Kamis, 23 Mei 2024 | 10:24 WIB

UGM Teliti Penyebab Kematian Petugas Pemilu

Ia juga menambahkan, perlu adanya kajian faktor-faktor penyebab kematian dan sakitnya para petugas Pemilu. Perlu dilihat secara empiris dan akademis terkait peristiwa ini.

Sepakat dengan pernyataan tersebut, Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M. Med.Ed., Ph.D., Sp.OG (K) mengatakan tragedi Pemilu ini merupakan kejadian luar biasa. Menurutnya, baru kali ini penyelenggaraan Pemilu memakan banyak korban.

Ia juga berpendapat kematian petugas ini perlu dikaji secara medis. Penentuan sebab kematian seseorang diperlukan diagnosa yang panjang dan rumit. Mulai dari diagnosa verbal melalui keterangan saksi, maupun diagnosa secara fisik.

Secara psikologis, analisis beban kerja juga perlu dilakukan untuk melihat faktor penyebab kematian para petugas pemilu. Dekan Fakultas Psikologi UGM, Prof. Dr. Faturochman, M.A. menilai, saat KPU melakukan perancangan tugas para petugas Pemilu, beban kerja tidak dijadikan salah satu pembahasan.

“Karena petugas Pemilu bukanlah pegawai tetap sehingga ada celah di sana,” ujarnya.

Apresiasi Petugas Pemilu

Selain itu, kata Faturochman, pembahasan tentang Pemilu hanya pada pelaksanaannya. Tanpa ada diskusi terkait kesejahteraan para petugas pemilunya. Salah satu kesejahteraan yang ia maksud ialah adanya jaminan kepada para petugas akan terbebas dari tekanan dan tuduhan melakukan kecurangan.

“Jangan sampai Pemilu ini didelegitimasi, dibatalkan dan diulang. Kemungkinan korban yang jatuh akan lebih banyak,” tambahnya.

Erwan kemudian juga mengatakan jika peristiwa ini terjadi tanpa disengaja dan bukan karena direncanakan. Pasalnya, korban meninggal dan sakit tidak hanya terjadi dalam satu tempat pemungutan suara, melainkan tersebar di berbagai tempat dan lokasi yang berbeda.

Artinya, kata Erwan, apa yang telah dilakukan oleh para petugas sepatutnya tidak didelegitimasi begitu saja. Terlebih kerja petugas Pemilu dilakukan berkelompok. Jika ada satu dua petugas yang sakit atau bahkan meninggal, pekerjaan masih bisa dilakukan oleh anggota yang lain.

Sehingga, kata Erwan, kejadian ini bukan menjadi alasan untuk menolak hasil dari kinerja petugas Pemilu. Erwan juga mengimbau jangan sampai kejadian meninggal dan sakitnya para petugas dijadikan bahan untuk menggalkan hasil Pemilu.

“Itulah alasan kenapa kami perlu turun tangan memahami penyebab meninggalnya petugas Pemilu,” pungkas Erwan.(Rosa)


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA