Teliti Energi Terbarukan, Laras Prasakti Jadi Lulusan Terbaik S2 Fakultas Teknik UGM

944

Selain itu, kendala lain yang ia harus hadapi adalah saat melakukan proses matematika dan pemograman dengan komputasi. Ia mengaku harus belajar ektra untuk bisa melakukan dua hal tersebut, lantaran tesisnya sangat menuntut hal tersebut.

Meskipun demikian, ia tetap terus berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik pada setiap usahanya dalam pendidikan. Hal ini ia lakukan lantaran merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan hasil belajar terbaiknya di jenjang magisternya, mengingat selama S1 ia merasa kurang serius.

Di sisi lain, sebagai anak tunggal ia juga ingin membahagiakan hati kedua orang tuanya yang selama ini sudah memberi pengaruh besar dalam proses menuntaskan studi.

Tak hanya itu, peraih Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini juga merasa perlu memberikan usaha terbaiknya. Hal ini sebagai bentuk terima kasihnya kepada negara karena sudah memberikan kesempatan menempuh jenjang magister secara gratis.

“Saya ini kuliah S2 dibiayai negara, rasanya engga pantes dan malu-maluin kalau sudah tinggal kuliah doang, tapi engga maksimal,” tambahnya.

Prasakti juga mengaku termotivasi oleh salah satu dosennya sehingga tidak putus asa dalam belajar. Ia mengidolakannya karena dosen tersebut kepribadian yang  baik dan selalu membawa aura positif.

“Saya terkesan karena beliau dianugerahkan kesempatan untuk mengamalkan ilmunya hampir di seluruh wilayah Indonesia dan berbagai tempat di seluruh dunia,” pungkas Prasakti.(Rosa)