Menristekdikti: Negara Pemenang adalah yang Mempunyai Inovasi

167
Dalam acara ini turut dilaksanakan peluncuran buku Kasus-kaus Manajemen Perusahaan Indonesia Seri ke-4 secara langsung oleh Menristekdikti.(Foto: Dok. Humas UGM)
Dalam acara ini turut dilaksanakan peluncuran buku Kasus-kaus Manajemen Perusahaan Indonesia Seri ke-4 secara langsung oleh Menristekdikti.(Foto: Dok. Humas UGM)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR—Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., menyebutkan inovasi merupakan kunci pendorong dalam meningkatkan daya saing ekonomi bangsa.

“Negara pemenang itu bukan negara dengan jumlah penduduk yang besar dan punya sumber daya besar, tetapi negara pemenang adalah yang mempunyai inovasi,” kata Nasir, Senin (02/07/2018) saat menyampaikan orasi ilmiah dalam peringatan Ulang Tahun Prodi MM FEB UGM ke-30 di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo MM FEB UGM Yogyakarta.

Dalam acara ini turut dilaksanakan peluncuran buku Kasus-kaus Manajemen Perusahaan Indonesia Seri ke-4 secara langsung oleh Menristekdikti.(Foto: Dok. Humas UGM)
Dalam acara ini turut dilaksanakan peluncuran buku Kasus-kaus Manajemen Perusahaan Indonesia Seri ke-4 secara langsung oleh Menristekdikti.(Foto: Dok. Humas UGM)

Nasir mengatakan  indeks daya saing Indonesiamasih rendah. Menurut Global Competiveness Index (CGI) 2017 berada di peringkat 36 dari 137 negara.

“Singapura di urutan 3, Malaysia nomor 23, sedangkan Thailand di posisi 32. Sementara Indonesia posisi 36 ini mengerikan,” ucapnya.

Rendahnya daya saing bangsa ini, kata dia, salah satunya berasal dari dunia pendidikan tinggi. Kualitas lulusan dan kompetensi yang dihasilkan lebih rendah dibanding negara tetangga.