Tim IJSO Indonesia Boyong Dua Emas dan Tiga Perak

352

KAGAMA.CO, DEN HAAG –  Tim Indonesia memboyong dua medali emas dan tiga perak dari ajang International Junior Science Olympiad (IJSO) di Arnhem, Nederland. Kelima tim IJSO Indonesia yang meraih medali adalah Steven William (SMP Petra 1 Surabaya,  medali perak), Wilsen Chandra Putra (SMP Sutomo 1 Medan, medali emas), Peter Addison Sadhani (SMP Santo Aloysius 1 Bandung, medal emas), dan Carin Abbie Reyhani (SMPN 111 Jakarta, medali perak).

IJSO merupakan olimpiade sains tingkat internasional yang digelar setiap tahun. Pada tahun ini acara IJSO ke-14 diselenggarakan di Arnhem, Nederland mulai tanggal 3 hingga 12 Desember 2017, dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang, yang berasal dari 50 negara.

IJSO sebagai ajang pertandingan bidang sains untuk kelompok usia SMP pada awalnya diinisiasi oleh Indonesia sebagai penyelenggara pertama pada tahun 2004.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M. Sc., Ph. D. dalam siaran pers, Rabu (13/12/2017) menyampaikan, tahun ini tema yang dipilih adalah Water and Sustainability, sesuai dengan potensi yang ada di Belanda, yaitu pengelolaam sumberdaya air. Penyediaan air bersih untuk berbagai kebutuhan hidup merupakan isu utama yang dibahas, khususnya dalam menghadapi isu-isu perubahan iklim.

Kelima peserta tersebut merupakan hasil seleksi di Indonesia, melalui beberapa tahap, termasuk tahap terakhir yang berupa Olimpiade Sains Nasional (OSN), yang kemudian diikuti dengan proses pembinaan. Mulai dari proses seleksi hingga keberangkatan tim, didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, melalui Direktorat SMP, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Dibandingkan dengan peserta dari negara-negara lain yang mampu meraih medali emas lebih banyak, peserta dari Indonesia merasa masih diperlukannya persiapan yang lebih matang, baik menyangkut penguasaan teori, maupun persiapan untuk melakukan eksperimen, dua komponen kompetisi yang dilakukan selama olimpiade internasional tersebut,” demikian disampaikan.

Sumber

KBRI Den Haag