Wisudawan Termuda, Bayu Ingin Kerja Dulu

639

SEBAGAI siswa akselerasi saat SMP dan SMA, Bayu Anggoro Putro tidak menyangka akan menjadi lulusan termuda untuk wisuda Sarjana/Diploma Periode I, November 2017.

Ia mengaku saat awal masuk kuliah, banyak mahasiswa dengan usia yang lebih muda darinya. Mereka berhasil menyandang predikat lulusan termuda. Dan, kini ia yangmengalaminya. Tentu  membuatnya cukup kaget.

Bayu Anggoro Putro bersama kedua orangtuanya [Foto ISITIMEWA]
Bayu Anggoro Putro bersama kedua orangtuanya [Foto ISITIMEWA]
Lulusan SMA N 1 Sragen ini memang mengikuti kelas akselerasi sejak SMP. Program akselerasi sendiri menjadi program sekolah yang cukup baru di Sragen, Jawa Tengah. Ia pun mencoba saat SMP dan nyaman dengan metode pembelajaran yang membuatnya memilih melanjutkan kelas akselerasi di SMA.

Sebagai mahasiswa teknik, ia merasa tidak terbebani dengan beban kuliah dan praktik yang harus ia jalani. Sejak awal ia memang memiliki ketertarikan dengan Teknik Mesin sehingga ia menerima risiko beban kuliah yang harus ia jalani. Baginya masalah tugas dan praktik yang menyita waktu, yang kerap membuat kekurangan waktu tidur bisa disiasati dengan manajemen waktu yang baik.

Selepas kuliah ini, Bayu ingin bekerja. Ia ingin menambah pengalamannya dan meningkatkan kemampuan sambil terus mempelajari hal baru. [Desti Ariyani]