Presiden Puji Anak Muda Kembangkan Brand Lokal

252
Presiden Joko Widodo senang banyak generasi muda seperti Andanu Prasetyo (kanan) mengembangkan usaha mandiri sekaligus memperkenalkan merek lokal.

JAKARTA, KAGAMA. Presiden Joko Widodo bersama keluarga singgah di kedai kopi yang berada di Jl Cipete Raya, Jakarta, Minggu (2/7/2017). Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama kedua putra putrinya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep berada di warung kopi tersebut selama hampir 30 menit.

Presiden Joko Widodo senang banyak generasi muda seperti  Andanu Prasetyo (kiri) mengembangkan usaha mandiri sekaligus memperkenalkan merek lokal.
Presiden Joko Widodo senang banyak generasi muda seperti Andanu Prasetyo (kiri) mengembangkan usaha mandiri sekaligus memperkenalkan merek lokal.

Tiba pada pukul 11.30 WIB, Presiden disambut Andanu Prasetyo atau yang sering dipanggil Tyo, pemilik kedai kopi tersebut. Presiden memuji usaha yang dimiliki Tyo karena mengedepankan produk lokal. Semua biji kopi yang digunakan dalam proses kopi tersebut berasal dari dalam negeri.

“Saya sangat mengapresiasi ini brand lokal, brand tradisional yang sukses ciptaannya anak-anak muda, untuk mengembangkan brand-brand lokal, brand tradisional yang seperti ini,” ujar Presiden.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendampingi Kepala Negara yang menikmati suguhan kopi susu seraya berbincang santai dengan sang pemilik kedai kopi,  Andanu Prasetyo (kedua dari kanan).
Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendampingi Kepala Negara yang menikmati suguhan kopi susu seraya berbincang santai dengan sang pemilik kedai kopi, Andanu Prasetyo (kedua dari kanan).

Saat mengantri, Presiden menanyakan kopi yang paling enak kepada kasir kedai kopi tersebut. “Kopi apa yang paling enak?” tanya Presiden. Kopi susu tetangga adalah minuman yang direkomendasikan Tyo.

Setelah menikmati kopi susu di Cipete, Presiden pergi ke Kemayoran untuk mengganjal perut dengan sajian khas Betawi, Kerak Telor, yang dijual pedagang keliling di pinggir jalan.
Setelah menikmati kopi susu di Cipete, Presiden pergi ke Kemayoran untuk mengganjal perut dengan sajian khas Betawi, Kerak Telor, yang dijual pedagang keliling di pinggir jalan.

Presiden bersama Ibu Iriana memilih tempat di pojok kedai kopi tersebut untuk berbincang-bincang dengan Tio. “Dulu jenis kopi tidak sebanyak sekarang, hanya kopi hitam saja,” ucap Ibu Iriana.

Sekira pukul 12.00, Presiden bersama keluarga meninggalkan kedai kopi tersebut untuk melanjutkan perjalanan menuju sebuah rumah makan di kawasan Sunter.

Sambil menunggu pesanan, Kepala Negara berdialog santai dengan sang penjual Kerak Telor.
Sambil menunggu pesanan, Kepala Negara berdialog santai dengan sang penjual Kerak Telor.

Setelah makan siang bersama keluarga, Presiden membeli makanan khas Betawi kerak telor. Presiden membelinya di kawasan Kemayoran. Dua kerak telor yang dibeli Presiden senilai 50 ribu rupiah.

Dua Kerak Telor seharga 50 ribu rupiah  dibeli Presiden Joko Widodo sebelum mampir ke rumah makan di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Dua Kerak Telor seharga 50 ribu rupiah dibeli Presiden Joko Widodo sebelum mampir ke rumah makan di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Di kedua tempat itu, baik di kedai kopi dan saat membeli kerak telor, Presiden menyapa dan berswafoto dengan masyarakat.

 

Sumber : Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden