Warga Keturunan Maluku di Belanda Gelar Tenggara Cup

647

ZEVENAAR, KAGAMA – Komunitas keturunan Maluku Tenggara di Belanda menyelenggarakan Tenggara Cup ke-5 di Pusat Olahraga DCS Sportpark Hengelder Zevenaar, Belanda, Sabtu (24/6/2017). Peserta kompetisi diikuti anak-anak perempuan dan laki-laki usia antara enam hingga 12 tahun. Mereka tergabung dalam empat tim sepakbola anak-anak.

Tim tersebut merupakan anak-anak keturunan Maluku generasi ke-4. Pertandingan dilaksanakan untuk memerebutkan piala bergilir. Namun demikian, pada akhir pertandingan, seluruh anak yang berpartisipasi pada kompetisi mendapatkan medali.

Tari Cakalele dipertunjukkan warga Maluku sebelum kompetisi Tenggara Cup digelar (Foto ISTIMEWA)
Tari Cakalele dipertunjukkan warga Maluku sebelum kompetisi Tenggara Cup digelar (Foto ISTIMEWA)

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja membuka kompetisi Tenggara Cup dengan sebuah tendangan gol pertama. Sebelumnya, kompetisi Tenggara Cup yang dihadiri sekitar 250 orang, dibuka dengan tarian Cakalele serta waktu hening selama satu menit guna mengenang leluhur dan saudara mereka yang telah meninggal dunia.

Penetapan tanggal 24 Juni 2017 sebagai kegiatan kompetisi karena pada tanggal tersebut, lima tahun lalu, mereka kali pertama berkumpul untuk bersilaturahmi. Juga, hari diselenggarakannya Tenggara Cup bagi anak-anak keturunan warga Maluku Tenggara di Belanda.

Kompetisi sepakbola antar tim sepakbola anak menjadi ajang silaturahmi antarwarga Maluku bagian Tenggara yang menetap di Belanda hingga empat keturunan (Foto ISTIMEWA)
Kompetisi sepakbola antar tim sepakbola anak menjadi ajang silaturahmi antarwarga Maluku bagian Tenggara yang menetap di Belanda hingga empat keturunan (Foto ISTIMEWA)

Tenggara Cup awalnya dilakukan karena kecintaan beberapa keluarga keturunan Maluku terhadap pertandingan sepakbola. Mereka menginginkan sebuah wadah untuk seluruh keluarga keturunan Maluku bagian Tenggara yang menetap di Belanda agar mengenal dan bersilaturahmi dengan saudara sedarah di samping yang biasa dilakukan pada acara pernikahan atau upacara kematian.

Kompetisi ditutup dengan acara ramah tamah dan santap malam yang diiringi dengan hiburan. Sesi tersebut menjadi bagian terpenting bagi warga keturunan Maluku bagian Tenggara untuk mengenal saudara-saudara mereka sedarah di Belanda dan memererat tali kekeluargaan.

Sebagian peserta kompetisi Tenggara Cup berfoto bersama di Pusat Olahraga DCS Sportpark Hengelder Zevenaar, Belanda (Foto ISTIMEWA)
Sebagian peserta kompetisi Tenggara Cup berfoto bersama di Pusat Olahraga DCS Sportpark Hengelder Zevenaar, Belanda (Foto ISTIMEWA)

Setelah pertandingan sepakbola anak-anak selesai dilakukan, kompetisi dilanjutkan antartim sepakbola remaja, yaitu tim sepakbola laki-laki dan perempuan usia 14 – 20 tahun. Mereka terdiri dari tim  komunitas keturunan Maluku, Tim Garuda Muda, dan tim sepakbola kota sahabat, Rotterdam. [rts]