UNWTO Apresiasi Turis Internasional ke Indonesia Naik 15,54%

2
????????????????????????????????????

SPANYOL, KAGAMA – Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso yang juga merangkap sebagai Wakil Tetap RI (Watapri) pada Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UN World Tourism Organisation/UNWTO) pada, Kamis (23/2/2017) telah menghadiri UNWTO Annual Asia–Pacific Ambassadors’ Meeting di Markas Besar UNWTO di Madrid. Pertemuan dipimpin oleh Sekjen UNWTO, Taleb Rifai, didampingi oleh para Direktur Eksekutif dan Direktur Program Regional Asia Pasifik serta para Manajer Program yang menangani implementasi agenda UNWTO 2017 International Year of Sustainable Tourism for Development (2017 Tahun Internasional Pariwisata Berkelanjutan untuk Pembangunan).Dalam pertemuan tersebut, Sekjen UNWTO dan Direktur Program Regional Asia Pasifik, Xu Jing, telah menyampaikan tiga agenda. Yakni, hasil pariwisata internasional  2016; pelaksanaan kegiatan prioritas UNWTO 2016; agenda Tahun Internasional Pariwisata Berkelanjutan untuk Pembangunan 2017, dan prioritas utama UNWTO 2017.  Mengawali pertemuan, Sekjen UNWTO Taleb Rifai menyampaikan bahwa sebagaimana pada 2015, perkembangan pariwisata pada 2016 juga tetap menjadi kunci penggerak perbaikan ekonomi global dan salah satu penyumbang penting dalam penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, perlindungan lingkungan, dan pembentukan budaya damai dan saling pengertian antarbangsa di dunia. Hal tersebut terlihat pada kontribusi pariwisata yang pada 2016 tercatat menyumbang 10% GDP dunia; 1 dari 11 lapangan kerja baru merupakan sektor pariwisata; nilai ekspor produk terkait industri pariwisata mencapai 15 Triliun USD. Nilai tersebut menjadikan share pariwisata pada ekspor barang mencapai 70%; dan jasa 30%. Angka turis internasional pada 2016 totalnya mencapai 1,235 miliar, meningkat 46 juta (+4%) dibandingkan 2015  yang tercatat 1,189 miliar. Peningkatan arus turis internasional tersebut, tertinggi mengalir ke kawasan Asia Pasifik (8,4%, atau 303 juta turis, naik 24 juta) dan Afrika (8,1%),  yang lebih tinggi dari pada peningkatan rata-rata dunia (4%), maupun jika dibandingkan dengan  peningkatan di kawasan lain seperti di Eropa (2%) dan Amerika (4,3%) serta Timur Tengah (– 4,1%). Menyambut peningkatan tersebut, Dubes Yuli Mumpuni  menyampaikan bahwa kontribusi Indonesia pada 2016 cukup signifikan, tercatat 12.023 juta turis internasional berkunjung ke Indonesia, atau naik 15,54% dibandingkan  2015. Sekjen UNWTO dan para Direktur Eksekutif UNWTO mengapresiasi perkembangan pariwisata Indonesia tersebut dan mengingat Indonesia sejak 2016 telah melaksanakan kebijakan fasilitas bebas visa kunjungan turisme bagi warna negara dari 169 negara, maka salah satu kajian UNWTO pada 2017 akan mengambil topik “Impact of Visa Facilitation and Tourism Growth in Indonesia”. Untuk itu, UNWTO akan bekerjasama dengan Indonesia menyelenggarakan seminar tentang hal tersebut. Terkait agenda UNWTO untuk meningkatkan peran teknologi dan inovasi dalam pariwisata, Sekjen UNWTO menyatakan menyambut baik rencana Menteri Pariwisata Dr. Arief Yahya yang akan menyelenggarakan Cellular Roaming Tourism Statistics Seminar pada Maret 2017 dan akan  menghadirkan Manajer Statistik UNWTO sebagai narasumber.Khusus menyangkut agenda UNWTO 2017 International Year of Sustainable Tourism for Development yang dideklarasikan oleh Sekjen UNWTO bersama Raja Spanyol Felipe VI di Madrid pada 17 Januari 2017, yang meliputi  (1) peningkatan kesadaran dan advokasi; (2) penciptaan pengetahuan dan diseminasi; (3) pembuatan kebijakan; dan (4) peningkatan kapasitas dan pendidikan, dalam pertemuan tersebut Direktur Program Regional Asia Pasifik menyampaikan bahwa sebagai apresiasi UNWTO terhadap komitmen Pemerintah Indonesia yang terus memajukan pariwisata berkelajutan maka pada tahun 2017 UNWTO akan membangun dua (2) STOs (Sustainable Tourism Observatory), masing-masing di Medan dan Bali, menambahkan tiga (3) STOs yang telah dibangun pada 2016 di Pangandaran (Jawa Barat), Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Lombok (Nusa Tenggara Barat). (KBRI Madrid-Spanyol)