Sosiolog UGM Sebut Desa Panggungharjo Bisa Dicontoh untuk Tangani Wabah Covid-19

483
Sosiolog UGM, Arie Sujito mengatakan bagi desa atau kelurahan yang memiliki kondisi geografis dan sosio-kultural sama dengan Desa Panggungharjo, Bantul, model Panggung Tanggap Covid-19 tidak ada salahnya dicoba. Foto: Foto: Desa Panggungharjo
Sosiolog UGM, Arie Sujito mengatakan bagi desa atau kelurahan yang memiliki kondisi geografis dan sosio-kultural sama dengan Desa Panggungharjo, Bantul, model Panggung Tanggap Covid-19 tidak ada salahnya dicoba. Foto: Foto: Desa Panggungharjo

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Sejak diumumkannya pasien positif pertama Covid-19, Desa Panggungharjo langsung merespon dengan membentuk Panggung Tanggap Covid-19 (PTC-19).

Respon ini juga sebagai bentuk kewaspadaan dini masyarakat Desa Panggungharjo untuk mencegah penularan virus.

“PTC-19 menggunakan satu kerangka kinerja logis (logical frame work). Kami memetakan kategori dan mitigasi masyarakat berdasarkan kondisi kesehatan, ekonomi, dan sosial setiap warga,” jelas Lurah Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm., Apt.

Dalam Seri Diskusi Online Karang Taruna: Ayo, Gugur Gunung Lawan Corona pada Rabu (22/04/2020), Yudi menerangkan bahwa pihaknya membuat modul lapor sebagai alat untuk menghimpun data terkait dampak yang dialami warga.

Berdasarkan kondisi kesehatan, setiap warga akan dimasukkan ke dalam beberapa kategori, yakni orang sehat, orang sehat berisiko, pelaku perjalanan, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Baca juga: KAGAMA Lampung Sumbang APD dan Sembako untuk Tenaga Medis dan Masyarakat Terdampak Covid-19

Begitu juga kategorisasi dampak ekonomi, dikelompokkan dalam kategori tidak rentan, cukup rentan, rentan, dan sangat rentan.

Dengan PTC-19, kata Yudi, pemerintah desa bisa dengan mudah melakukan intervensi yang tepat bagi penanganan Covid-19 di masyarakat.

Lurah alumnus Farmasi UGM itu menyebut, sebagian masyarakat Desa Panggungharjo sudah memanfaatkan platform PTC-19.

Sebanyak 60-70 persen masyarakat Desa Panggungharjo melaporkan bahwa mereka terdampak secara ekonomi.

Masyarakat juga menuliskan kondisi kesehatan mereka di platform ini. Jika warga masuk kategori sehat, maka relawan medis akan memberikan respon berupa edukasi dan informasi.

Baca juga: KAGAMA Balikpapan Awali Ramadan dengan Minum Es Cincau dan Aksi Bagi Sembako