Solusi Gubernur Rohidin untuk Minimkan Kontak Fisik dalam Transaksi

36
Gubernur Bengkulu alumnus UGM, Rohidin Mersyah, meluncurkan terobosan belanja nontunai untuk minimkan kontak fisik dan tekan penyebaran Covid-19. Foto: Pemporv Bengkulu
Gubernur Bengkulu alumnus UGM, Rohidin Mersyah, meluncurkan terobosan belanja nontunai untuk minimkan kontak fisik dan tekan penyebaran Covid-19. Foto: Pemporv Bengkulu

KAGAMA.CO, BENGKULU – Roda perekonomian benar-benar limbung akibat dampak pandemi Covid-19 yang tak berkesudahahan.

Di Indonesia, mereka yang bergerak di sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merasakan imbas paling besar.

Di satu sisi, Covid-19 harus segera dituntaskan. Namun, di sisi lain, kondisi perekonomian masyarakat juga mesti dibangkitkan.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu yang dipimpin Gubernur Rohidin Mersyah menelurkan program BERIJO.

BERIJO adalah singkatan dari Belanjo Sayur Sembako di Rumah Ajo.

Gubernur Bengkulu alumnus UGM, Rohidin Mersyah, meluncurkan terobosan belanja nontunai untuk minimkan kontak fisik dan tekan penyebaran Covid-19. Foto: Pemporv Bengkulu
Gubernur Bengkulu alumnus UGM, Rohidin Mersyah, meluncurkan terobosan belanja nontunai untuk minimkan kontak fisik dan tekan penyebaran Covid-19. Foto: Pemporv Bengkulu

Baca juga: Sinergi KABIOGAMA-Fakultas Biologi UGM Bagikan Paket Sembako dan Daging Kurban ke Masyarakat

BERIJO memanfaatkan aplikasi besutan Bank Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Dengan BERIJO, Rohidin berharap penjual dan pembeli dapat melakukan meminimalkan kontak fisik dengan transaksi nontunai.

Menurutnya, transaksi tunai dengan uang sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19.

“Nanti bisa secara online, sehingga pada sisi penyebaran Covid-19 dapat kita cegah. Akses keuangan  semakin meningkat dan etalase keuangan kita semakin baik,” kata Rohidin, melansir laman resmi Pemprov Bengkulu, Selasa (4/8/2020).

“Serta situasi seperti ini dapat membuat transaksi keuangan kita jadi lebih aman, lebih mudah dan lebih cepat.”

Baca juga: Wujud Kepedulian KBRI Pretoria kepada WNI di Afrika Selatan dalam Momen Iduladha