Soegeng Djojowirono Wafat, Sosok Teladan yang Sulit Dicontoh

358
Almarhum merupakan dosen yang unik dan sulit dicontoh. Foto: Istimewa
Almarhum merupakan dosen yang unik dan sulit dicontoh. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik UGM baru saja berduka, salah satu pendidik terbaiknya, Ir.Soegeng Djojowirono meninggal dunia pada (8/11/2019) sore, di Rumah Sakit JIH di usianya yang ke-89.

Semasa hidup, Soegeng dikenal sangat rapi dalam bekerja. Dosen Teknik Sipil Ir.Wardhani Sartono, M.Sc., bercerita bahwa, almarhum Soegeng merupakan dosen yang baik sekaligus unik, sehingga sulit dicontoh.

Wardhani kemudian menambahkan, Soegeng pada saat itu sebagai dosen pembimbing II untuk TA mahasiswa, mempunyai buku agenda khusus, tebal, yang isinya tentang perilaku dan karakter dari mahasiswa yang dibimbing.

“Mahasiswa yang konsultasi TA, yang pertama kali beliau selalu catat yaitu, nama, tanggal lahir, NIP, nilai IPK, asal dan alamat rumah atau kost, judul TA, lokasi TA, serta target kapan lulusnya,”jelas Wardhani menyampaikan kesan melalui dosen yang diwawancarai KAGAMA.

Pada saat konsultasi TA terakhir kata Wardhani, mahasiswa kembali ditanya tentang ulasan dari konsultasi yang pertama, sambil melihat catatan di buku agenda.

“Kalau selesai-nya terlambat, mahasiswa ditanya, apa hambatannya dalam mengerjakan TA sehingga terlambat mengerjakan. Kemudian dicatat lagi di buku agenda tersebut,”pungkasnya.

Hal ini kembali dilakukan Soegeng pada saat mahasiswa ujian pendadaran. Bila terlambat lulus, almarhum akan bertanya lagi alasan keterlambatannya, lalu dicocokkan dengan alasan keterlambatan pada saat konsultasi, terutama jelang TA mahasiswa yang akan maju ujian pendadaran.

Baca juga: Kisah Kerbau Vaksin Dokter Sardjito Menembus Perang Revolusi Kemerdekaan

Dari situ akan diketahui kejujuran dari alasan keterlambatan yang disampaikan mahasiswa. Sebab riwayat konsultasi telah dicatat dengan rapi oleh Soegeng.

Meskipun bekerja dengan sangat rapi, Soegeng sebagai dosen tidak lantas memiliki pembawaan yang serius di depan mahasiswa dan dosen-dosen lainnya. Diceritakan oleh Wardhani, Soegeng kerap membawa suasana acara maupun pertemuan di kampus menjadi lebih cair.

“Setelah ujian pendadaran selesai, mahasiswa tersebut dinasehati oleh beliau untuk berperilaku tertib kelak jika sudah bekerja. Tertib artinya disiplin. Ternyata benar, setelah mereka lulus pada tertib dalam hal mengambil gaji bulanan dan tertib dalam buka puasa,”ujar Wardhani menyampaikan guyonan yang pernah dilontarkan Soegeng.

Kesan mendalam juga disampaikan oleh mantan mahasiswanya, Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng., Ph.D. Dikatakan olehnya, Soegeng dulu pernah menjadi Dosen Pembimbing Akademik Rachmad sewaktu masih kuliah di jenjang S1.

“Lain hal yang menarik, beliau selalu tampil dengan percaya diri menyanyi pada setiap acara pertemuan di kampus, seperti syawalan dan lain-lain. Meskipun selalu bawa kepekan catatan lirik lagu-lagu lama,”ungkap Rachmad mengenang kisahnya bersama almarhum.

Kaprodi S1 Teknik Sipil itu menyampaikan bahwa, almarhum salah satu tauladan bagi dosen dan koleganya. Almarhum senantiasa mengajarkan orang-orang di sekitarnya untuk selalu tertib, rapi, konsisten dengan komitmen, janji, dan hidup bersahaja.

Senada dengan dua dosen lainnya, Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., juga menilai sosok Soegeng sebagai orang yang tertib dan teratur.

Baca juga: Dua Dubes Alumni UGM Menikmati Suasana Malam Jogja, Ngopi Bareng di Loko Coffee