BULAKSUMUR, KAGAMA – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. menyambut dengan hangat mahasiswa baru UGM Tahun Akademik 2017/2018 pada Pembukaan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) 2017, Senin (7/8/2017) pagi di Lapangan Grha Sabha Pratama (GSP) UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Melalui sambutan yang disampaikannya, Panut Mulyono mengatakan, mahasiswa baru Tahun Akademik 2017/2018 sejumlah 8.322 mahasiswa, yang disebut sebagai Gadjah Mada Muda, adalah anak-anak yang terpilih dari proses seleksi yang ketat. Mereka mengungguli kompetitornya yang mencapai lebih dari 200 ribu pendaftar.

“Selamat datang dan selamat bergabung menjadi bagian keluarga besar UGM. Kami bangga menerima anda. Anda semua generasi muda unggulan, terpilih di antara lebih dari 200 ribu pendaftar, sembilan terbaik di antara pendaftar program S-1 (Sarjana), dan 9,4 terbaik di antara pendaftar program Diploma,” ungkapnya.

Selanjutnya, di depan segenap tamu undangan yang hadir, antara lain Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP, sejumlah alumni UGM yang menjabat sebagai aparatur negara, seperti  AA GN Ari Dwipayana, S.IP, M. Si., Prof. Dr. Pratikno, M. Soc., Sc, Ganjar Pranowo, S. H., MIP, Majelis Wali Amanah (MWA), Senat Akademik, Dewan Guru Besar, Wakil Rektor, Dekan, unsur pimpinan Fakultas dan Departemen, Panut menjelaskan kegiatan PPSMB 2017 sebagai proses pengenalan jati diri UGM kepada mahasiswa baru yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia dan mewakili seluruh provinsi. Mereka akan mengikuti PPSMB selama enam hari hingga Sabtu (12/8/2017).

“Saudara-saudara akan dikenalkan nilai-nilai ke-UGM-an, keindonesiaan, pengenalan sarana dan prasarana akademik, dan materi terkait soft skill. Semua ini akan menjadi bagian awal dari anda untuk belajar bersama, mengasah pengetahuan, seni, dan sosial,” terangnya.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng, D. Eng. bersama wartawan usai memimpin dan memberikan sambutan pada Pembukaan PPSMB 2017 (Foto Taufiq Hakim/KAGAMA)
Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng, D. Eng. bersama wartawan usai memimpin dan memberikan sambutan pada Pembukaan PPSMB 2017 (Foto Taufiq Hakim/KAGAMA)

Panut lebih lanjuta berharap, mahasiswa baru dapat berproses bersama sivitas akademika di Kampus Biru hingga mereka kelak menjadi insan unggul, cerdas di bidang akademik dan sosial, tangguh, kreatif, inovatif, dan mampu berpikir jauh ke depan. diharapkan pula, mahasiswa baru membawa nama baik UGM dengan berprestasi setingi-tingginya dan mampu menjadi role model di tengah masyarakat.

“Kami yakin dengan bergabungnya adik-adik di universitas ini, UGM akan menjadi universitas yang semakin berkontribusi bagi bangsa dan negara dan lebih dikenal oleh masyarakat dan dunia. Mengakar kuat, menjulang tinggi,” pungkasnya.

Mahasiswa Baru UGM Termuda

Sementara itu, diinformasikan salah seorang mahasiswa baru UGM yang diterima berusia termuda, yaitu Kamila Putri Hafizah. Kamila diterima di Program Studi Geologi Lingkungan Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, dengan usia 15 tahun, 5 bulan, 12 hari.

Mahasiswa Baru UGM Tahun Akademik 2017/2018 peserta PPSMB Palapa 2017 antusias mengikuti kegiatan PPSMB dimulai Senin (7/8/2017) hingga Sabtu (12/8/2017) di lingkungan UGM (Foto Maulana/KAGAMA)
Mahasiswa Baru UGM Tahun Akademik 2017/2018 peserta PPSMB Palapa 2017 antusias mengikuti kegiatan PPSMB dimulai Senin (7/8/2017) hingga Sabtu (12/8/2017) di lingkungan UGM (Foto Maulana/KAGAMA)

Proses penerimaan mahasiswa baru UGM melalui SNMPTN, SBMPTN, Jalur Mandiri, Beasiswa Santri, afirmasi pergurun tinggi, afirmasi menengah dan 3-T (daerah Tertinggal, Terpencil, dan Terluar), penelurusan bibit unggul dan ujian tulis. Dari proses tersebut jumlah mahasiswa baru yang diterima sebanyak 8.322 mahasisa, dengan perincian  sebanyak 6.128 mahasiswa program Sarjana (S-1) dan sejumlah 2.194 mahasiswa program Diploma.

Sedangkan dari daerah asal mahasiswa baru mencakup semua provinsi, dengan presentase terbesar masih dari pulau Jawa. Selain itu, juga diterima mahasiswa berkebangsaan asing, antara lain dari Eropa, khususnya Belanda dan Jerman, disusul Asia, terutama Jepang dan Korea Selatan, dan Australia, serta beberapa dari Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Afrika. [Desti/TH]