Produk Inovasi UGM Dipamerkan di Medical Fair Thailand

68
Medical Fair merupakan salah satu pameran internasional di bidang kesehatan terbesar di Asia yang diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia. Foto: Istimewa
Medical Fair merupakan salah satu pameran internasional di bidang kesehatan terbesar di Asia yang diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BANGKOK – Berbagai produk inovasi UGM bidang kesehatan ditampilkan dalam pameran alat-alat kesehatan Medical Fair Thailand 2019 yang berlangsung di BITEC, Bangkok, pada 11-13 September 2019.

Produk inovasi tersebut antara lain alat terapi pasien hidrosefalus “INA SHUNT”, bone graft “Gama CHA, alat deteksi dini kanker nasofaring “NPC Strip” dan lainnya.

Medical Fair merupakan salah satu pameran internasional di bidang kesehatan terbesar di Asia yang diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia.

Pameran ini menjadi rujukan perkembangan terkini industri kesehatan dunia.

Tahun ini Medical Fair Thailand diikuti oleh lebih dari 1.000 perusahaan dari 21 negara. Foto: istimewa
Tahun ini Medical Fair Thailand diikuti oleh lebih dari 1.000 perusahaan dari 21 negara. Foto: istimewa

Baca juga: Raih Doktor, Tahir Ingin Dirikan Leadership Public Policy School di UGM

Tahun ini Medical Fair Thailand diikuti oleh lebih dari 1.000 perusahaan dari 21 negara.

Keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan Medical Fair ini dikoordinasikan oleh Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Thailand.

Sekretaris Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Sang Kompiang Wirawan, Ph.D., mengatakan keikutsertaan UGM di ajang ini merupakan salah satu upaya untuk membangun reputasi dan jejaring bisnis regional dan internasional dari berbagai pelaku industri  alat kesehatan internasional.

Tampilnya inovasi UGM dalam pameran ini, kata dia, juga menunjukkan bahwa produk inovasi yang dihasilkan melalui proses penghiliran hasil riset perguruan tinggi telah mendapatkan pengakuan dari produsen alat kesehatan untuk menjadi representasi produk dalam forum  internasional.

Baca juga: Rimawan Pradiptyo, Ekonom UGM yang Membawa Ilmu Experimental Economics ke Indonesia