PGN Kerja Sama dengan UGM Sosialisasikan Jaringan Gas Aman

36
Direktur Utama PT PGN Gigih Prakoso Soewarto gandeng UGM guna mengedukasi serta mensosialisasikan pada masyarakat penggunaan gas lewat jaringan gas yang digelar PGN aman. Foto : Istimewa
Direktur Utama PT PGN Gigih Prakoso Soewarto gandeng UGM guna mengedukasi serta mensosialisasikan pada masyarakat penggunaan gas lewat jaringan gas yang digelar PGN aman. Foto : Istimewa

KAGAMA.CO, JAKARTA – Belum lama PT Perusahaan Gas Negara (PGN)  Tbk menjalin kerja sama dengan Fakultas Imu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada untuk melakukan riset bersama mengenai diplomasi energi dan sosialisasi jaringan gas PGN aman.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso Soewarto kepada KAGAMA di Jakarta belum lama ini.

“Kita bekerja sama dengan akademisi, terutama UGM, yang sudah pengalaman di bidang hubungan internasional.”

“Harapan kami, hasil riset bersama ini menjadi semacam bekal atau knowledge bagi PGN untuk meningkatkan kemampuan diplomasinya,” tutur pria yang menyelesaikan studi S3 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM tersebut.

PGN juga bekerja sama dengan UGM untuk membantu mahasiswa yang mempunyai inovasi atau ide-ide untuk dihilirisasi guna mengedukasi serta mensosialisasikan pada masyarakat penggunaan gas lewat jaringan gas yang digelar PGN.

Apalagi pemerintah menargetkan jaringan gas untuk 5 juta rumah tangga di tahun 2024.

Saat ini pengguna gas rumah tangga di Indonesia masih sedikit baru sekitar 400 ribu rumah.

Padahal harga gas PGN lebih murah setengah dari harga elpiji dan ketersediaannya 24 jam nonstop.

“Guna mencapai target 5 juta pelanggan rumah tangga itu perlu persiapan dari segi regulasi, sosialisasi ke masyarakat, dan kemampuan finansial.”

“Bicara regulasi, mayoritas sasaran dari jaringan gas ini adalah masyarakat menengah ke bawah.

“Oleh karena itu, pemerintah memang harus memberikan insentif atau subsidi.”

“Sejauh ini, pemerintah sudah memberi insentif kepada PGN saat membangun jaringan gas sehingga harga lebih murah dari gas elpiji,” ucap Gigih.

Kedua, menurutnya, adalah sosialisasi dan edukasi dilakukan secara masif kepada masyarakat bahwa jaringan gas PGN aman sehingga mereka bisa menerima produk ini.

PGN bekerja sama dengan UGM untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas.

“Target 5 juta jaringan gas untuk rumah tangga di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah yang sudah mempunyai sumber gas dan sudah ada jaringan gas.”

“Namun kita juga akan mengembangkan di kota hingga ke pedesaan atau daerah-daerah yang perlu dibantu sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ungkapnya.

Dia menyatakan, pemerintah sendiri lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya dapat membangun 70 ribu jaringan gas setahun.

Sementara target 5 juta pelanggan di tahun 2024, berarti mesti dibangun 1 juta jaringan gas per tahun.

“Oleh sebab itu, PGN mesti memastikan kemampuan finansialnya agar dapat mencukupi untuk memenuhi hal tersebut,” pungkas Gigih. (Jos)