Pemerintah Perlu Pahami Karakter Komunikasi Publik dalam Situasi Pandemi Covid-19

116
Respon bersamaan terhadap isu kesehatan dan ekonomi, kata Hermin, memiliki risiko. Foto: Ist
Respon bersamaan terhadap isu kesehatan dan ekonomi, kata Hermin, memiliki risiko. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Informasi tentang Covid-19 yang saat ini tersebar belum dipahami sepenuhnya, sehingga masyarakat merasakan ketidakpastian.

“Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain. Ada respon ‘tidak siap’ dalam menghadapi problem ini,” ujar dosen Ilmu Komunikasi UGM, Prof. Hermin Indah Wahyuni, dalam jumpa pers daring pada Selasa (07/04/2020).

Dia menjelaskan, informasi Covid-19 jika diberikan sebuah kode, informasi ini masuk dalam kode kesehatan.

Namun, karena sudah menjadi outbreak, maka Covid-19 memiliki karakter multicodes yang menyebabkan pemrosesan informasinya berdimensi ganda.

“Pemrosesan informasi yang multidimensi ini menantang, karena kita dituntut untuk fokus pada problem utama yang dihadapi.”

Baca juga: Hal yang Seharusnya Dilakukan Relawan Covid-19 dalam Menyampaikan Informasi kepada Publik

“Namun, perlu di sisi lain memberikan resonansi dari banyak sistem atas isu kesehatan ini, seperti ekonomi, budaya, dan lain-lain, karena saling terdampak langsung, sehingga bisa memberikan respon yang tepat,” jelasnya.

Melalui skenario yang dibuatnya, Hermin memaparkan, sejak awal informasi Covid-19 memberikan kode ganda.

Tidak masalah, suatu masalah di isu kesehatan menyinggung aspek lain. Asalkan semuanya optimal, maka semua akan terselamatkan.

Tetapi, risikonya kita akan kehilangan fokus utama penyelesaian. Tiba-tiba kita bingung memilih aspek yang harus diprioritaskan.

“Kemanusiaannya atau kesehatannya dulu yang diselamatkan, atau di saat yang sama kita juga harus merespon isu ekonominya?” tanyanya.

Baca juga: Masyarakat Jadi Garda Terdepan Pencegahan Covid-19