KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dewasa ini teknologi digital seperti internet ibarat pisau bermata dua, di satu sisi bisa membahayakan, tapi di sisi lain justru menguntungkan.

Dikatakan dapat membahayakan karena internet bisa disalahgunakan oleh sebagian penggunanya untuk melakukan tindak kejahatan seperti penipuan, pencurian, pornografi, aksi kekerasan, hingga perdagangan manusia.

Sebaliknya, internet juga memberikan keuntungan, salah satunya dapat merekatkan masyarakat dengan fitur media sosial yang dimilikinya.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan mesti menggandeng segenap lapisan masyarakat guna membendung penyimpangan penggunaan internet yang punya dampak buruk bagi masyarakat itu sendiri.

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ketika menjadi pembicara di Festival Literasi Digital (FIRAL) di Convention Hall, Gedung Fisipol UGM, Bulaksumur, belum lama ini.

Antusiasme hadirin tampak dari padatnya ruangan hingga sore hari. Dito Anurogo/KAGAMA
Antusiasme hadirin tampak dari padatnya ruangan hingga sore hari. Dito Anurogo/KAGAMA

‘’Pemerintah tidak bisa sendiri. Kementerian telah bersinergi bersama Civisl Society Organization (CSO), LSM, NGO, dan 42 organisasi. Salah satunya Cyberkreasi. Ini dapat menjadi kekuatan kalau kita bersatu, bergandengan tangan, dan sama-sama bekerja,” tutur Rudiantara.