Panitia Seminar Pra-Munas KAGAMA XIII Kenakan Busana Adat Nusantara

80
Tak hanya mengenakan busana adat, para panitia maupun tuan rumah yang memberikan sambutan menggunakan bahasa daerah. Foto: Taufiq Hakim
Tak hanya mengenakan busana adat, para panitia maupun tuan rumah yang memberikan sambutan menggunakan bahasa daerah. Foto: Taufiq Hakim

KAGAMA.CO, SEMARANG – Selain tempat penyelenggaraan seminar yang unik dan penuh makna, yakni di Museum Ranggawarsita Semarang, busana yang dikenakan panitia juga terbilang unik.

Jika biasanya panitia seminar suatu acara mengenakan busana formal, ada yang berbeda dari busana yang dikenakan panitia Seminar Pra-Munas KAGAMA XIII di Semarang yang digelar pada Kamis (22/8/2019).

Selaku tuan rumah acara, Ketua KAGAMA Pengda Jawa Tengah Suryo Banendro mengenakan pakaian adat Betawi, atau yang familiar disebut Beskap Betawi.

Saat memberikan sambutan, Suryo yang merupakan alumnus Fakultas Pertanian UGM itu mengenakan beskap berwarna merah marun lengkap dengan setelan bawahan khas Betawi.

Suryo mengatakan, setiap Kamis dalam minggu keempat ada Peraturan Gubernur untuk mengenakan pakaian adat dan berbahasa daerah. Foto: Taufiq Hakim
Suryo mengatakan, setiap Kamis dalam minggu keempat ada Peraturan Gubernur untuk mengenakan pakaian adat dan berbahasa daerah. Foto: Taufiq Hakim

Baca juga: Alasan Seminar Pra-Munas KAGAMA Digelar di Museum Ranggawarsita, Bukan di Hotel

Dari ujung kepala, busana adat yang ia kenakan dilengkapi dengan Liskol atau penutup kepala khas Betawi, Lokcan atau kain motif ikat pinggang yang diikatkan di bagian bawah berbentuk simpul segitiga, hingga warna celana yang sama dengan atasan serta alas kaki sepatu pantoefel.

“Sebetulnya Lokcan ini motif batik pekalongan, dan kemarin Saya mencari aksesoris bros kuku macan yang biasnaya dipasang di bagian tengah baju belum dapat,” guraunya di awal sambutan dengan berbahasa Jawa.

Tak hanya mengenakan busana adat, para panitia maupun tuan rumah yang memberikan sambutan menggunakan bahasa daerah.

Suryo mengatakan, setiap Kamis dalam minggu keempat ada Peraturan Gubernur untuk mengenakan pakaian adat dan berbahasa daerah.

Meskipun mengenakan kemeja putih dan celana kasual, Sekjend KAGAMA Ari mengawali sambutannya dengan bahasa Bali. Foto: Taufiq Hakim
Meskipun mengenakan kemeja putih dan celana kasual, Sekjend KAGAMA Ari mengawali sambutannya dengan bahasa Bali. Foto: Taufiq Hakim

Baca juga: Seminar Pra Munas KAGAMA XIII Diskusikan Pembangunan Manusia Indonesia

Panitia dan tuan rumah Seminar Pra-Munas yang merupakan alumi UGM itu kebanyakan adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov.

“Selamat datang di Semarang. Banyak destinasi wisata, salah satunya Museum Ranggawarsita yang tengah kita tempati ini. Beliau merupakan salah satu pujangga besar Keraton Surakarta yang terkenal dengan Serat Kalatidha,” ujarnya kepada para hadirin.

Seminar yang dihadiri 700 an peserta dari khalayak umum ini diharapkan Suryo bakal melahirkan rekomendasi dalam hal pendidikan dan pembangunan SDM Indonesia, supaya lebih berdaya saing dan turut andil dalam membangun bangsa.

Selanjutnya, nuansa adat dan budaya Nusantara juga datang dari Sekjend PP KAGAMA AAGN Ari Dwipayana.

Baca juga: Kagama Papua Barat Ajak Seluruh Alumni Bangun Tanah Papua