Pangandaran, Saksi Putri Pajajaran Menjadi Ratu Kidul

112
Pangandaran punya kaitan dengan kenaikan takhta Putri Pajajaran menjadi penguasa pantai selatan. Kisahnya dibabar oleh Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara) Dr. Purwadi, M.Hum. Foto: Ist
Pangandaran punya kaitan dengan kenaikan takhta Putri Pajajaran menjadi penguasa pantai selatan. Kisahnya dibabar oleh Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara) Dr. Purwadi, M.Hum. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Satu daerah di pesisir selatan Pulau Jawa memiliki nilai historis, filosofis, dan ekologis.

Para penguasa Kerajaan Pajajaran dan Kerajaan Galuh selalu menyempatkan diri ke sana guna melakukan kegiatan spiritual seperti meditasi.

Daerah tersebut dari dulu hingga sekarang dikenal dengan nama Pangandaran.

Menurut Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara), Dr. Purwadi, M.Hum, Pangandaran berasal dari kata andar, yang berarti sabda, kata-kata atau nasihat.

“Pangandaran merupakan tempat untuk memberi sabda utama atau wejangan agung,” tutur Purwadi kepada Kagama.

Baca juga: Warga KAGAMA Balikpapan Ini Melihat Peluang Usaha dari Perantau yang Kangen Rumah

“Wulangan, wejangan, dan wedharan dari Prabu Mundingsari yang berkuasa sejak tahun 1521, menjadi pedoman bagi sekalian rakyat,” jelasnya.

Purwadi menilai, keberadaan pantai Pangandaran memiliki keterkaitan dengan kekuasaan wilayah samudra selatan.

Termasuk Kanjeng Ratu Kidul yang jadi penguasa makhluk halus di sana.

Dalam Babad Pasundan yang dirujuk Purwadi, Ratu Kidul semasa muda bernama Dewi Ratna Suwida.

Dia adalah putri dari Prabu Mundingsari, Raja Pajajaran yang menikahi Dewi Sarwedi.

Baca juga: Jangan Takut Produk Kemahalan, Setiap Harga Ada Pembelinya