OST-D Inovasi Suplemen Kesehatan Bagi Penderita Defisiensi Vitamin D

9
OST-D suplemen kesehatan vitamin D yang dapat digunakan untuk anak-anak penderita defisiensi vitamin D. Foto : Humas UGM
OST-D suplemen kesehatan vitamin D yang dapat digunakan untuk anak-anak penderita defisiensi vitamin D. Foto : Humas UGM

KAGAMA.CO, DENPASAR – Defisiensi vitamin D masih menjadi salah satu persoalan yang mengintai anak-anak di Indonesia.

Kekurangan vitamin D ini dapat menghambat pertumbuhan dan memicu penyakit tulang serta mendorong munculnya sejumlah penyakit tidak menular seperti imunitas, penyakit genetik, serta persoalan hati dan ginjal.

Sumber vitamin D terbaik bisa didapatkan dari sinar matahari, tapi perubahan pola hidup telah menjadikan kesempatan anak mendapatkan paparan sinar matahari menjadi sangat terbatas.

“Anak-anak sekolah dari pagi dan pulang sore sehingga waktu anak-anak mendapatkan paparan sinar matahari menurun,” kata Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si., peneliti Fakultas Farmasi UGM, belum lama ini saat Ritech Expo 2019 di Denpasar.

Sementara Ronny menyebutkan vitamin D hampir tidak ada secara alamiah di dalam makanan yang biasa kita konsumsi, kecuali secara artifisial ditambahkan sehingga untuk mengatasi defisiensi pada anak dapat dilakukan dengan pemberian vitamin D.

Namun, pada beberapa penyakit tertentu, vitamin D tidak bisa larut dalam lemak.

Berawal dari kondisi itu, Ronny bersama dengan Prof. dr. Madarina Julia, Sp. A (K) berusaha membuat terobosan baru dengan membuat suplemen kesehatan vitamin D yang dapat digunakan untuk anak-anak penderita defisiensi vitamin D yakni OST-D yang larut air.

“OST-D mudah diserap oleh sistem pencernaan, bahkan bagi mereka yang tidak mampu mencerna lemak sekalipun karena diformulasikan dalam formula nanopartikel larut air,” paparnya.

Disamping itu, OST-D yang diformulasikan dalam bentuk drop berkonsentrasi tinggi memudahkan pemberian pada anak dalam volume kecil.

Produk ini disebutkan Ronny dapat diberikan kepada semua usia, bahklan kepada bayi prematur.

Dalam pemberiannya dapat dicampurkan kesemua jenis makanan atau minuman, termasuk susu.

Namun tanpa menghilangkan manfaat yang ada didalamnya karena volume yang kecil, rasa OST-D tidak akan terdeteksi didalam campuran makanan atau minuman.

“Formula OST-D tidak mengandung gula sehingga bisa diberikan kepada penderita diabetes mellitus,” jelasnya.

OST-D merupakan salah satu inovasi produk riset unggulan dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan serta Fakultas Farmasi.

Produk ini dihilirkan melalui PT Swayasa Prakarsa bekerja sama dengan LAFIAL dan telah memperoleh NIE dari BPOM POM SD 191695921 dan siap untuk didistribusikan.

Produk dalam kemasan 5 ml ini telah diperkenalkan pada publik melalui Ritech Expo 2019 dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Lapangan Puputan Margarana Renon, Denpasar, Bali, pada 25-28 Agustus 2019 silam. (Humas UGM/Ika)