Mengapa Konsumen Cenderung Berbelanja Secara Impulsif di Situs Belanja Daring?

38
Motivasi hedonis membuat konsumen cenderung membeli produk fesyen secara impulsif di situs belanja daring. Foto: Moneysmart.id
Motivasi hedonis membuat konsumen cenderung membeli produk fesyen secara impulsif di situs belanja daring. Foto: Moneysmart.id

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kenyamanan yang ditawarkan oleh situs belanja daring menjadi motivasi kuat konsumen untuk terus berbelanja.

Hal ini kemudian meningkatkan perilaku konsumen berbelanja di situs belanja daring secara impulsif atau tidak terencana.

Perilaku berbelanja secara impulsif ini mendapat banyak perhatian dari kalangan akademisi, salah satunya Astarina Ariadewi, alumnus S2 Manajemen UGM.

“Konsumen senang melakukan belanja daring.”

“Situs belanja daring memberikan layanan kemudahan kepada konsumen dalam melakukan pencarian atau eksplorasi mengenai sesuatu yang baru dan menarik,” tulis Astarina dalam tesisnya yang berjudul Analisis Pengaruh Motivasi Belanja Secara Hedonis Terhadap Kecenderungan Pembelian Produk Fesyen Secara Impulsif Pada Situs Belanja Daring tahun 2018.

Kemudahan yang diberikan berujung pada kebiasaan konsumen yang berbelanja secara impulsif.

Merujuk dari pemikiran salah seorang pakar, Astarina mengatakan bahwa motivasi hedonis merupakan emosi yang mendominasi proses pembelian impulsif dan perilaku pembelian impuls.

Kebutuhan hedonis ini meliputi kesenangan, keinginan memiliki barang baru, dan adanya produk yang menarik.

Penelitian terdahulu yang dieksplorasi oleh Astarina menemukan bahwa ada keterkaitan antara motivasi belanja secara hedonis.

Misalnya eksplorasi belanja, nilai belanja, belanja sosial, ide belanja, dan relaksasi belanja.

Produk fesyen menjadi produk favorit bagi para konsumen belanja di situs daring.

Menurut pengakuan narasumber yang diwawancarai Astarina, pilihan produk yang ditawarkan oleh produk fesyen lebih beragam, serta ada kemudahan dalam mencari pilihan ukuran sesuai keinginan.

Astarina merujuk dari hasil survei oleh perusahaan riset Marketing Research Indonesia, Majalah SWA, dan Indonesia E-commerce Association (IdEA).

Hasil survei yang diperoleh menyatakan bahwa seabanyak 67,10 persen orang Indonesia gemar berbelanja pakaian, 20,20 persen berbelanja sepatu, 20 persen berbelanja tas, 7,6 persen membeli jam tangan, 5,6 persen membeli tiket pesawat, dan sebanyak 5,1 persen suka membeli telepon pintar.