Lintang Peraih IPK 4,00 Selalu Ingat Anak Ketika Patah Semangat

2102
Peraih IPK sempurna ini mengaku, saat dirinya nglokro di tengah-tengah kuliah, yang pertama kali diingat adalah anaknya. Foto: Kinanthi
Peraih IPK sempurna ini mengaku, saat dirinya nglokro di tengah-tengah kuliah, yang pertama kali diingat adalah anaknya. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Mendapatkan IPK sempurna tak pernah direncanakan Lintang Unggul Rini (29).

Perempuan yang akrab disapa Lintang ini, hanya berpikir bagaimana mendapatkan pemahaman dan hasil dari ilmu yang dipelajarinya selama ini.

“Saya nggak pernah ada target. Saya mikirnya cuma setelah lulus ini, ilmu Saya akan jadi dasar untuk bekerja, sehingga Saya harus melakukan yang terbaik. Ini kan juga jadi modal buat ke depannya,” jar Lintang kepada KAGAMA pada Rabu (23/10/2019).

Lintang dalam menjalani program spesialisnya selama delapan semester itu, setiap menghadapi kasus, pasien, dan kegiatan ilmiah setiap harinya selalu mengusahakan hasil yang maksimal.

Lintang mengaku tidak mempunyai trik khusus dalam belajar.

Foto bersama keluarga usai kelulusan. Foto: Dok Pri
Foto bersama keluarga usai kelulusan. Foto: Dok Pri

Baca juga: Solusi Atasi Beda Pendapat Soal Karier dengan Orang Tua

“Pagi itu biasanya kami ada kegiatan ilmiah, siang melayani pasien sampai sore, kemudian lanjut di bangsal sampai malam. Pulang dari situ Saya baru belajar. Hari itu Saya dapat pasien seperti apa, itu yang Saya pelajari,” jelas Lintang.

Semula ritme belajar Lintang itu berjalan stabil.

Tetapi, setelah memiliki tanggungan mengurus anak, Lintang harus ekstra keras membagi waktu belajarnya.

Kala itu, anak Lintang lahir di saat dia sedang menempuh studi dan mulai mengerjakan tesis.

Diceritakan olehnya, sang anak sedang di masa-masa membutuhkan full ASI, sehingga sulit bagi dia untuk meninggalkan anak.

Baca juga: Alumni UGM Harus Punya Integritas