Langkah KBRI Beijing Tingkatkan Kunjungan Wisata dari Tiongkok

16
KBRI Beijing pimpinan Dubes alumnus UGM, Djauhari Oratmangun, terus melakukan promosi destinasi wisata berprotokol kesehatan untuk menarik wisatawan dari Tiongkok. Foto: KBRI Beijing
KBRI Beijing pimpinan Dubes alumnus UGM, Djauhari Oratmangun, terus melakukan promosi destinasi wisata berprotokol kesehatan untuk menarik wisatawan dari Tiongkok. Foto: KBRI Beijing

KAGAMA.CO, BEIJING – Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok masih mencatatkan peningkatan di berbagai bidang, meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Hal ini berkat hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif yang dijalin kedua negara.

Selama semester I 2020, Tiongkok tercatat sebagai investor kedua terbesar di Indonesia setelah Singapura.

Nilai investasinya yaitu sebesar 2,4 miliar USD, atau naik 9 persen dari 2,2 miliar USD secara year-on-year.

Demikian seperti yang disampaikan Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun, kepada Kagama.

Baca juga: Koordinator Staf Khusus Presiden: Bali Perlu Seimbangkan antara Gas dan Rem

“Tiongkok juga masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dengan total perdagangan kedua negara pada Semester I 2020 mencapai 35.6 miliar USD,” ujar Djauhari.

“Pada periode ini Tiongkok masih mengalami surplus terhadap Indonesia sebesar USD 986 juta.”

“Namun, defisit perdagangan Indonesia terhadap Tiongkok pada TW I (triwulan I) 2020 sempat tercatat mengecil sebesar 80 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019,” jelasnya.

Dubes Djauhari melanjutkan pada TW I 2020, beberapa produk unggulan Indonesia mencatatkan signifikan.

Di antaranya Batubara (HS 2701) naik 74.42%; Buah Tropis (HS 0804) naik 22.29%; dan Furnitur (HS 9404) naik 30.87%.

Baca juga: Akhir Tahun Ini, Indonesia Bisa Punya Akses 30 Juta Vaksin