KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dalam prakteknya, fungsi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) tidak hanya terbatas untuk membawahi urusan administrasi kependudukan semata.

Lebih dalam, KBRI juga harus memahami posisi mereka sebagai pembangun sinergi dengan negara yang menjadi mitra kerja mereka demi melancarkan kepentingan Indonesia.

Pandangan tersebut disampaikan Yuri Octavian Thamrin, Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Eropa, Belgia, dan Luxemburg saat memberikan kuliah umum di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur,  Rabu (18/10/2017).

Yuri pun mengakui bahwa hubungan Indonesia dengan Uni Eropa, termasuk Belgia dan Luxemburg, cenderung memiliki bekal positif untuk dapat mengembangkan kerja sama yang lebih intensif.

Hal ini tidak terlepas dari adanya kesamaan latar belakang Indonesia dan Uni Eropa sebagai penganut ideologi demokrasi.

Selain itu, menurutnya, ikatan antara Indonesia dan Uni Eropa juga didukung oleh adanya tren kerja sama yang cukup baik.

Kenyataan ini dapat dilihat kala Indonesia mampu meraup 2 juta wisatawan dari Uni Eropa per tahunnya.

Yuri juga menjabarkan beberapa peluang dari kemitraan Indonesia dengan Uni Eropa di masa mendatang.