Kualitas SDM Terbatas, Dua Sociopreneur Muda Bangun Startup Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

107

Baca juga:  Millenial Fest Industri 4.0 Siapkan SDM Sumatera Utara Unggul dan Berdaya Saing

Selain itu, kebutuhan perusahaan dengan tenaga kerja yang tersedia seringkali tidak cocok.

Ada lagi dari segi kapasitas produksi yang masih rendah.

Komunitas terkadang belum bisa menjawab kebutuhan pasar.

Kaitannya dengan revolusi industri 4.0, Du’Anyam sudah menggunakan teknologi aplikasi monitoring produksi.

Hal ini menantang bagi Arina, karena sebelumnya para pekerja tak biasa memegang gawai, tetapi kemudian tantangan berhasil dilalui.

Baca juga: Teknologi Berkembang Pesat, Masyarakat Jangan Hanya Jadi Penonton!

Hingga saat ini, hasil kerja keras Arina cukup sukses.

Antara lain di Flores, NTT tercatat sudah sebanyak 450 ibu-ibu penganyam dari 17 desa.

“Produk-produk hasil anyaman perempuan NTT sudah terjual ke berbagai negara lain seperti Amerika, Jepang, Canada, dan Milan,” ungkapnya.

Selain Arina, Alamanda selaku project director Binar Academy, juga memiliki semangat yang sama.

Perempuan berusia 31 tahun itu, sejak kecil sudah belajar coding.

Baca juga: Sumbangsih KAGAMA Wujudkan Reformasi 1998