Lulus S2 tahun 2011, Tyas memilih merantau ke Padang. Ia mendaftar sebagai dosen CPNS di Universitas Andalas. Dua tahun di sana ia lalu mendapat beasiswa DIKTI untuk kuliah doktoral di UGM.

Menempuh pendidikan Doktor selama 4,5 tahun, padahal jatah beasiswa hanya bisa digunakan selama 3 tahun, membuat Tyas merasa mendapat banyak bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Selain bekerja sambilan sebagai penjual es di SDN Ngeblak, mulai tahun ketiga ia didorong oleh para dosen untuk menyusun proposal penelitian.

Bersama seorang dosen, Tyas pernah mendapat hibah riset di Sekolah Pascasarjana.  Selanjutnya untuk biaya kuliah di semester terakhir ia banyak dibantu oleh promotornya. “Jadi, proses saya ini selain dukungan dari orang tua dan keluarga, juga disebakan oleh keterlibatan orang-orang di sekitar saya,” pungkas Dyah.[Venda Pratama]