KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Generasi muda sebagai generasi Milenial menghadapi tantangan besar, khususnya dalam menyikapi ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi dan dasar negara Pancasila. Ideologi tersebut ingin menggantikan Pancasila yang disampaikan melalui berbagai media, terutama media sosial seiring terjadinya perkembangan terakhir globalisasi serta derasnya arus informasi.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof. Dr. Sri Adingingsih, M. Sc. menyampaikan fenomena tersebut saat memberikan sambutan dalam Seminar dan Sarasehan Budaya bertema Pancasila dan Kebhinnekaan, Senin (6/11/2017) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Seminar tersebut merupakan kerja sama antara Dewan Pertimbangan Presiden (wantimpres) dengan UGM serta Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP).

Ketua Wantimpres Prof. Dr. Sri Adiningsih, M. Sc. menyampaikan sambutan [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Ketua Wantimpres Prof. Dr. Sri Adiningsih, M. Sc. menyampaikan sambutan [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
“Tidak hanya generasi muda. Kami sebagai generasi old pun menghadapi tantangan. Memang, generasi muda terpapar dengan arus informasi yang luar biasa. Karenanya, Pancasila perlu rejuvinasi, revitalisasi, dan reaktualisasi,” demikian disampaikan Sri Adiningsih.

Sri Adiningsih juga mengungkap mengapa seminar tersebut diselenggarakan di Kampus Biru, khususnya di Balai Senat Gedung Pusat UGM, mengingat ruangan tersebut menyimpan berbagai momen sejarah, di antaranya terkait dengan pemberian anugerah doktor honoris causa di bidang hukum kepada Presiden RI pertama Ir. Sukarno pada 19 September 1951. Selain itu, Kota Yogyakarta sebagai melting pot, titik pertemuan antaranak bangsa dari berbagai pelosok nusantara.

Seminar tersebut, lanjut Sri Adiningsih, dimaksudkan untuk mengindentifikasi permasalahan struktural dan tantangan pengejwantahan ideologis nilai-nilai Pancasila, memformulasikan langkah-langkah strategis dalam mengimplementasikan ideologi Pancasila. sejumlah pejabat dan tamu undangan yang hadir dalam seminar dan sarasehan, antara lain Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Jusuf Kartanegara, Syafii Maarif, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X,  Ketua Mahkamah Konstitusi (2003-2008) Jimly Ashidieqy, Mof Mahfud MD, Hajriyanto Y Thohari, Gubernur Kaltara, Wagub Sumbar, Riau, dan lainnya.

“Wantimpres punya harapan tinggi agar seminar dan sarasehan dapat jadi masukan untuk pemerintah, UKP PIP dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.