Kembangkan Potensi Maritim, UGM Kirim Mahasiswa dalam Ekspedisi Nusantara Jaya

100
Desa Dullah Laut, Kota Tual, Provinsi Maluku memiliki potensi alam yang sangat besar, akan tetapi belum dapat dimanfaatkan dengan baik. Foto: Sirajuddin
Desa Dullah Laut, Kota Tual, Provinsi Maluku memiliki potensi alam yang sangat besar, akan tetapi belum dapat dimanfaatkan dengan baik. Foto: Sirajuddin

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – UGM megirimkan 21 mahasiswanya untuk mengikuti Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) di Desa Dullah Laut, Kota Tual, Provinsi Maluku.

Acara pelepasan ini dilakukan di Ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM pada Jumat siang tadi (28/6/2019).

ENJ merupakan program dari Kemenko Kemaritiman RI yang masuk dalam penguatan wawasan kemaritiman dan penguatan kapasitas SDM.

Baca juga:

Menteri Susi Pelajari Riwayat KKN-PPM UGM

Tawarkan Solusi Perikanan Indonesia, Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional

Dalam perjalanannya, ENJ sudah diikuti oleh 9.068 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Agenda Ekspedisi ini dimulai dari tahun 2015 dengan jumlah 3.250 mahasiswa, tahun 2016 sebanyak 1.268 mahasiswa, tahun 2017 sebanyak 3.000 mahasiswa, tahun 2018 sebanyak 550 mahasiswa, dan tahun 2019 sebanyak 1.000 mahasiswa.

Turut hadir dalam pelepasan, Ir. Elvi Wijayanti, M.Sc. selaku Sekretaris Deputi bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim, Dr. R. Suharyadi, M.Sc. selaku Direktur Kemahasiswaan, dan Agus Hartono, S.E., M.Ec.Dev selaku pembina ENJ.

ENJ UGM tahun ini mengangkat tema Pengembangan Potensi Kemaritiman Lokal Desa Dullah Laut, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Provinsi Maluku dalam Mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Baca juga:

Kaltim Jadi Rekomendasi UGM untuk Ibu Kota Baru

Menteri Susi: Mahasiswa KKN Jangan Cuma Liburan dan Berburu Foto

Pemilihan tema ini tidak lepas dari fokus utama pemerintah Indonesia yang sedang menggalakkan percepatan pembangunan di kawasan timur, dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Perlu adanya program ekspedisi dalam mengembangkan kawasan timur yang mengalami ketertinggalan mulai dari kondisi infrastruktur. pendidikan, dan ekonomi.

Elvi megungkapkan, Desa Dullah Laut yang menjadi lokasi ENJ UGM ini sebenarnya memiliki potensi alam yang sangat besar, akan tetapi belum dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Kita memiliki potensi yang sangat besar, maka ekspedisi ini sangat perlu,” terang Elvi dalam sambutannya.

Pengiriman 21 mahasiswa dari berbagai bakcground pendidikan ini diharapkan dapat mengabdikan ilmu selama kurang lebih 1 bulan lamanya.

“Teman-teman akan melaksanakan ekspedisi dari tanggal 1-31 Juli 2019. Ekspedisi teman-teman adalah salah satu contoh untuk mengulik potensi yang masih belum terekspor,” tambahnya.

Indonesia memiliki riwayat dalam upaya menuju poros maritim di dunia.

Diawali dari peristiwa sumpah palapa, sumpah pemuda, konvensi maritime I, deklarasi bunaken, hingga pada tahun 2014 Indonesia memberanikan diri sebagai negara yang sedang menuju poros maritim dunia. (Sirajuddin)