Kegiatan Ini Sebabkan Malaria Sulit Dilenyapkan dari Bukit Menoreh

90
Meski sudah diupayakan dengan banyak cara, penyakit malaria masih merajalela di wilayah Bukit Menoreh. Foto: ANTARA
Meski sudah diupayakan dengan banyak cara, penyakit malaria masih merajalela di wilayah Bukit Menoreh. Foto: ANTARA

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Peneliti dari Balai Litbang Kesehatan Banjarnegara, Tri Isnani dan Bina Ikawati menjelaskan, Jawa ditargetkan mampu mengeliminasi malaria pada 2015.

Hal ini sesuai dengan SK Menkes No.293 Tahun 2009 tentang Eliminasi Malaria di Indonesia.

Namun, Jawa Tengah gagal mencapai target tersebut.

Meski sudah diupayakan dengan banyak cara, penyakit malaria masih merajalela di wilayah Bukit Menoreh.

Wilayah ini terdiri dari Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang.

Baca juga: KAGAMA Gelanggang Lahirkan Aksi Gelanggang Bergerak untuk Amankan UGM dari Corona

Peneliti mengungkapkan, sertifikat eliminasi malaria pernah diterima Kabupaten Magelang.

Tetapi, Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Purworejo belum pernah memperolehnya.

“Salah satu upaya dalam eliminasi malaria adalah surveilens migrasi, yaitu kegiatan pengambilan sediaan darah orang-orang yang menunjukkan gejala malaria klinis yang baru datang dari daerah endemis dalam rangka mencegah masuknya kasus impor,” tulis peneliti.

Peneliti menduga, penyakit malaria yang sulit dieliminasi dipicu oleh kegiatan interaksi sosial masyarakat sehari-hari.

Kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi dan kebiasaan yang tidak mengenal batas administratif.

Baca juga: Sikap Terpuji Presiden Joko Widodo dalam Duka Kepergian Sang Ibunda