Kagama Peduli Banjir Salurkan Bantuan Alat Kebersihan

135
Relawan KTT kini masih terus melengkapi database untuk mendata kebutuhan. Foto: Istimewa
Relawan KTT kini masih terus melengkapi database untuk mendata kebutuhan. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, JAKARTA – Sampai pada Senin (6/01/2020), Paket Gerakan Kagama Tatih Tayang (KTT) sudah dibagikan.

Paket yang dikirimkan tersebut berupa family package, serta surat dari PP Kagama dan Kagama Peduli Banjir sebanyak 39 paket kepada anggota Kagama yang terdampak banjir.

“Relawan KTT telah mendapatkan respon positif dari para penerima, terutama karena unsur perhatian yang diberikan,” ujar Koordinator Satgas Kagama Peduli Banjir, Puthut Yulianto.

Dia menerangkan, setelah mengirim paket, relawan KTT kini masih terus melengkapi database untuk mendata kebutuhan mendesak yang masuk.

Aksi untuk anggota Kagama ini lebih lanjut disesuaikan dengan update database yang masuk sampai dengan hari ini.

Sementara untuk masyarakat umum, water purifier dan bledder sudah ditarik ke Posko Palmerah (Rumah Kagama) dan standby di sana.

“Namun, jika diperlukan akan disiapkan untuk Posko Bekasi,” ujar alumnus FISIPOL UGM ini.

Relawan telah mengantarkan secara langsung sebanyak 39 paket Kagama Tatih Tayang (KTT) kepada warga Kagama terdampak banjir. Foto: Istimewa
Relawan telah mengantarkan secara langsung sebanyak 39 paket Kagama Tatih Tayang (KTT) kepada warga Kagama terdampak banjir. Foto: Istimewa

Baca juga: Soal Banjir Jakarta, Pakar UGM Sebut Harus Ada Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu

Selain itu, sebanyak 2.000 liter air layak konsumsi untuk 100 KK di Posko Bekasi 1, telah terdistribusi.

Tim water purifier pada Senin kemarin, telah melakukan survei di Jatirasa dan Kalideres untuk checking sikon.

Program bantuan makanan, sejauh ini hanya dilakukan di Posko Ciledug untuk 450 nasi bungkus.

Sampai dengan hari ke-5 Satgas, telah didistribusikan sebanyak 3.690 nasi bungkus.

Sebelumnya, pada Jumat (3/1/2020) disalurkan sebanyak 1.000 buah, dan berturut-turut pada Sabtu sebanyak 1.900 buah, Minggu sebanyak 340 buah dan Senin 450 buah.

“Jumlah nasi bungkus yang dibutuhkan sudah berkurang, karena daerah terdampak sudah bisa diakses, warga sudah mulai keluar dan sudah banyak bantuan dari posko lainnya, juga warung sudah mulai buka,” jelas Puthut.

Menurut laporan yang diterima dari anggota Satgas, Posko Tangerang hari ini hanya mendistribusikan alat kebersihan berupa 10 sekop.

Baca juga: Soal Naturalisasi dan Normalisasi Sungai, Begini Kata Pakar UGM