Inovasi Hotel Ramah Milenial dan Local Wisdom untuk Majukan Pariwisata di Jogja

73
Meski menghadapi banyak tuntutan untuk berubah, para pebisnis hotel tetap optimis dengan segala visinya. Foto: Taufiq

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Banyaknya potensi wisata di DIY, memberi peluang bagi industri perhotelan untuk memainkan perannya.

Dapat kita lihat bisnis perhotelan kian menjamur di DIY beberapa tahun belakangan.

Pesatnya perkembangan industri perhotelan itu juga dibarengi oleh perkembangan teknologi di era digital.

Meski menghadapi banyak tuntutan untuk berubah, para pebisnis hotel tetap optimis dengan segala visinya.

PR Grand Quality (GQ) Hotel, Aisha Wai Yasmina mengungkapkan, dirinya merasa optimis bisnisnya bisa berkembang di tengah tingginya persaingan di industri perhotelan.

“Hotel makin banyak dengan positioning yang berbeda-beda. Saya tetap optimis, karena Jogja pariwisatanya juga berkembang lebih luas sekarang. Dengan ini sudah pasti jumlah wisatawannya akan meningkat,” jelas Aisha kepada KAGAMA.

Hal itu disampaikan usai acara Gathering KAGAMA Media Bersama Humas-Humas Hotel Berbintang di DIY, pada Jumat (13/12/2019) di MM UGM Hotel.

MICE, kata Hari, menjadi peluang bisnis yang sedang fokus dikembangkan MM UGM Hotel, terutama MICE yang menjadi kegiatan pemerintah. Foto: Taufiq
MICE, kata Hari, menjadi peluang bisnis yang sedang fokus dikembangkan MM UGM Hotel, terutama MICE yang menjadi kegiatan pemerintah. Foto: Taufiq

Baca juga: Nuansa Wayang dan Perjuangan Bakal Warnai Nitilaku UGM 2019

Di samping berusaha membaca peluang bisnis di tengah meningkatnya potensi wisata, kata dia, GQ Hotel juga mengaktifkan engagement dari media sosialnya.

“Saya yakin tidak ada hotel yang nggak punya media sosial. Kini kami lebih menggencarkan lagi kegiatan di Google, dan sebagainya. Dan kita udah nggak organik lagi. Untuk iklan, sekarang pertimbangaannya tidak hanya di cetak, tetapi online, entah di portal online atau media sosial,” jelasnya.

GQ Hotel dalam pengembangan bisnisnya saat ini sedang menyasar mahasiswa.

Mereka berusaha memberikan fasilitas dan pelayanan yang ramah mahasiswa, misalnya dari segi paket promo sewa ruangan untuk berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, pelatihan table manner untuk siswa SMK, dan hotel tour.

“Dari proses penawaran ini jika budget mahasiswa tak mencukupi, kami really open untuk kolaborasi. Kita juga mau luasin lagi ke siswa-siswa sekolah,” ungkap Aisha.

Senada dengan Aisha, menurut Sales, PR, and FB Manager MM UGM Hotel, Hari Purwanto, kemajuan industri perhotelan harus didukung dengan kualitas SDM.

Apalagi saat ini, jumlah kunjungan wisatawan di Jogja meningkat, terutama untuk tujuan Meeting, Invention, Convention, and Exhibition (MICE).

Baca juga: Indonesia Bersiap Tatap Era Blockchain, Apa Manfaatnya?