Indonesia Perlu Belajar dari Ceko tentang Penanganan Covid-19

20
Ahli Kesehatan PARAMPARA PRAJA DIY, Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K) mengatakan, Indonesia perlu belajar dari Ceko tentang penanganan Covid-19. Foto: Ist
Ahli Kesehatan PARAMPARA PRAJA DIY, Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K) mengatakan, Indonesia perlu belajar dari Ceko tentang penanganan Covid-19. Foto: Ist

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Salah satu faktor berhasilnya suatu negara dalam penanganan Covid-19 adalah keberadaan tes Real Time (RT) – PCR Test.

Seperti di Ceko, pemerintah telah menggunakan alat tes ini dan sudah memiliki dalam jumlah banyak, sehingga bisa mendeteksi dengan akurat dan up to date.

PCR Test di Ceko bahkan bisa dilakukan tes untuk 30 ribu orang dalam sehari.

Ahli Kesehatan PARAMPARA PRAJA DIY, Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K) menerangkan, di Indonesia, PCR dan rapid test belum bisa memberikan hasil yang maksimal.

“Negara berani membuka kelonggaran aktivitas secara bertahap, karena Ceko memiliki data real time tentang jumlah pasien,” ungkapnya.

Baca juga: Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Pandemi Covid-19 di Bidang Ekosistem dan Lingkungan

Hal ini dia jelaskan dalam acara webinar bertema Memasuki Era Kenormalan Baru: Pembelajaran dari Indonesia dan Republik Ceko, yang digelar oleh Universitas Widya Mataram dan Param Parampara Praja DIY, pada Rabu (25/6/2020).

Bersama dengan Dubes RI Untuk Republik Ceko, Kenssy D.Ekaningsih, Sutaryo mempelajari penanganan Covid-19 di Ceko, agar bisa memberikan saran atau rekomendasi solusi bagi penanganan Covid-19 di DIY.

“Di Ceko tidak ada orang dengan santai ke luar rumah. Selain itu, pemerintahnya juga memaksimalkan deteksi kasus. Sementara di Indonesia, masyarakat belum bisa tertib mengurangi aktivitas yang tidak mendesak,” terangnya.

Jika demikian masalahnya, kata Sutaryo, maka tren kasus positif akan semakin meningkat.

Ceko bisa berhasil menangani karena seluruh kebijakan kesehatan dan stimulus dampak akibat pandemi Covid-19 dilaksanakan bersama-sama.

Baca juga: Belinda Ungkap Hubungan Kerusakan Hutan dengan Penyebaran Virus