Hendri Saparini: Infrastruktur Digital untuk Ekonomi Kerakyatan

Seminar dan Dialog Nasional Kesiapan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Era Revolusi Industri 4.0.(Foto: TH)
Seminar dan Dialog Nasional Kesiapan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Era Revolusi Industri 4.0.(Foto: TH)

KAGAMA.CO, SEMARANG – Infrastruktur digital Indonesia sudah siap untuk menyongsong revolusi industri 4.0. Jaringan akses fiber optic, akses mobile, akses wifi, termasuk akses di daerah 3T telah disiapkan pemerintah.

Demikian disampaikan Ekonom Core Indonesia Hendri Saparini dalam Seminar dan Dialog Nasional Kesiapan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Era Revolusi Industri 4.0. Acara yang digelar oleh HIMPUNI ini berlangsung pada Selasa (12/03/2019).

Hendri yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Telkom Indonesia Tbk. menyebutkan bahwa seluruh data center telah terhubung secara seamless, sehingga memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Indonesia ke berbagai pusat informasi global dan sebaliknya bagi penyedia konten domestik akan mudah diakses secara global. Dalam 4 tahun terakhir, Telkom juga telah membangun kapasitas data center 2 kali lipat dibanding sebelumnya.

“Kemajuan infrastruktur digital dan pembangunan berbagai hard infrastruktur secara masif telah membantu menyelesaikan banyak kelemahan UMKM, antara lain akses permodalan, keterampilan, dan persaingan pasar,” ujar alumnus FEB UGM ini.

Meskipun Indonesia sudah mempunyai teknologi tinggi, kata Hendri, tetap harus ada keberpihakan dan mengimplementasikan ekonomi kerakyatan. Tujuanya adalah terwujudnya demokrasi ekonomi. Menurut Hendri, hendaknya teknologi dapat menciptakan kue ekonomi dan melibatkan masyarakat banyak dalam aktifitas ekonomi, dan ekonomi kerakyatan bisa diwujudkan dengan UMKM.

Hendri juga mengajak berbagai pihak untuk melihat fakta di lapangan terkait sumber daya manusia Indonesia.

“Dasarnya kita melihat struktur masyarakat kita. Kalau SMP ke bawah, misalnya di Jepara yang pinter ngukir, berilah dia sertifikasi. Supaya ada peningkatan kesejahteraan. Itulah yg perlu kita pikirkan. Karena mereka drivernya, punya kemampuan, punya teknologi, dan dari sini ekonomi kerakyatan bisa beriringan dengan teknologi,” pungkasnya.

Secara terpisah, Koordinator Presidium II   Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (HIMPUNI) Budi Karya Sumadi menyampaikan, upaya membangun daya saing negara harus disertai dengan semangat bersama.

“Kami berharap pemerintah, pengusaha, akademisi, media massa dan semua elemen masyarakat bisa mengupayakan revolusi ini sebagai kompetisi, dan UMKM adalah bagian yang harus disertakan,” pungkas Menteri Perhubyngan RI ini.

Seminar ini merupakan acara yang ketiga kali digelar oleh HIMPUNI, dan diikuti oleh 26 organisasi alumni PT se-Indonesia, pelaku UMKM sekitar, dan masyarakat umum. Sekjend IKA UNDIP Desmon Hastiono selaku perwakilan tuan rumah acara, menyebutkan bahwa sebelumnya acara serupa digelar di Jakarta dan Palembang.

Seminar pagi ini turut menghadirkan Menteri Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (PUPR) Dr. Ir. M. Basuki Hadi Muljono sebagai keynote speaker, dan mengundang narasumber yaitu Akhmad Muqowwam Wakil Ketua DPD RI dan Nurhaida Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(Taufiq Hakim)