Panut Mulyono, selaku Rektor UGM menyampaikan apresiasinya terhadap tim pembuat film ini. Menurutnya, film ini menjadi karya berharga bagi sejarah UGM. Hal itu karena Sardjito adalah sosok penting bagi UGM yakni  sebagai pendiri. “Beliaulah pendiri kampus ini. Jadi, saya ucapkan terima kasih kepada tim arsip yang sudah berusaha untuk membuat karya ini ada,” tuturnya.

Panut juga mengungkapkan harapannya dengan adanya film ini. Ia berharap sivitas akademik UGM menaladani peran Sardjito. “Dengan mengetahui perjuangan Pak Sardjito, mahasiswa bisa akan terinspirasi untuk hidup dengan teguh pendirian serta semangat dalam berjuang,” ungkapnya.

Dengan mengetahui perjuangan Pak Sardjito, mahasiswa bisa akan terinspirasi untuk hidup dengan teguh pendirian serta semangat dalam berjuang.(Foto: Dok. Humas UGM)
Dengan mengetahui perjuangan Pak Sardjito, mahasiswa bisa akan terinspirasi untuk hidup dengan teguh pendirian serta semangat dalam berjuang.(Foto: Dok. Humas UGM)

Arif Rianto, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY, menyatakan pandangannya terhadap sosok Sardjito yang berubah setelah menyaksikan film tersebut. “Jika sebelumnya saya hanya melihatnya sebagai intelektual dan dokter, sekarang saya melihatnya sebagai pejuang juga,” tuturnya.

Rianto juga mengungkapkan bahwa teman-temannya di PMI sangat mengapresiasi sosok Sardjito setelah menonton film ini. “Tenaga medis dahulu, seperti yang dialami Pak Sardjito, berat sekali perjuangannya. Hal itu membuat kami malu jika sekarang cepat menyerah dalam bertugas,” tuturnya.