“Hal ini dapat dimulai dengan inisiatif mengadakan forum internasional di Bali mengenai blockchain dengan menghadirkan para ahli dibidangnya,” pungkasnya.

Dengan dibukanya cabang baru ini, Blockchain Global telah memiliki 8 Blockchain Centre di seluruh dunia. Turut hadir di dalam acara malam pembukaan Blockchain Centre Shanghai, CEO Blockchain Singapura, dan perwakilan kedutaan Australia di Tiongkok.

Dengan dibukanya cabang baru ini, Blockchain Global telah memiliki 8 Blockchain Centre di seluruh dunia.(Foto: Dok. KBRI Beijing)
Dengan dibukanya cabang baru ini, Blockchain Global telah memiliki 8 Blockchain Centre di seluruh dunia. Foto:  KBRI Beijing

Sebelumnya, Founder & CEO Blockcentre Shanghai Sam Lee menceritakan permulaan bisnis blockchain. Ia memulai bisnisnya dari sekelompok kecil pemudia di Melbourne Australia. Pihaknya juga berbagi informasi mengenai teknologi Blockchain di dalam salah satu platform pesan instan.

Pada dasarnya teknologi ini adalah sebuah sistem pencatatan atau pembukuan data digital yang tersingkronisasi dan disepakati bersama untuk direplikasi serta didistribusikan secara geografis melintasi multi situs, negara dan institusi.

Oleh karena itu, kata Sam Lee, prinsip teknologi blockchain adalah sistem desentralisasi. Masing-masing pengguna memiliki akses data yang sama yang telah disepakati dengan pengguna lainnya dan tidak ada sentralisasi data atau pusat data.

 

Sumber : KBRI Beijing