MAHASISWA pecinta kopi yang ingin belajar menjajaki bisnis perkopian bisa menjadikan Digilib Cafe sebagai laboratorium usahanya. Cafe yang berada di gedung Bulaksumur FISIPOL UGM ini sengaja mengasah jiwa sociopreneur mahasiswa. Mengapa begitu? Dari mulai merancang brand logo, Digilib Cafe telah melibatkan mahasiswa dengan membuat ajang kompetisi.

Selain merancang logo, keterlibatan mahasiswa juga bisa dilihat sampai pada aspek pegawai dan ketersediaan kopi.

Ikon DIgilib Cafe di gedung Bulaksumur FISIPOL UGM [Foto Ashilly Achidsti/KAGAMA]
Ikon DIgilib Cafe di gedung Bulaksumur FISIPOL UGM [Foto Ashilly Achidsti/KAGAMA]
“Teman-teman mahasiswa kalau di sini ada yang mau menawarkan kopi juga bisa, asalkan harganya disesuaikan dengan kebutuhan kita. Jadi, kita juga mengadakan acara cupping (tes rasa dan aroma kopi) rutin setiap bulan untuk menilai kopi yang masuk. Ketika teman-teman mahasiswa ada kopi yang bagus, kita tes bareng. Kalau secara kualitas bagus dan disenangi customer maka akan kita ambil,” ungkap Raindy Nada Samudera, Staff Manager Digilib Cafe.

Diakui oleh Rendi, Digilib Cafe membuka peluang bagi mahasiswa yang ingin mengelola Digilib Cafe dengan mendaftar sebagai barista, kitchen, atau bahkan part timer. “Aku melihatnya Digilib Cafe akan memfasilitasi mahasiswa untuk berbisnis di bidang cafe. Sebisa mungkin kita memberikan jalan teman-teman mahasiswa yang ingin terlibat.” [ASHILLY ACHIDSTI]