Cara Alternatif Mengobati Gangguan Bipolar

43

Selain itu, penggunaan obat-obatan pada ODB juga berisiko menimbulkan gangguan pada organ tubuh lain seperti gangguan ginjal, diabetes, dan hipotiroidisme. Bahkan, pemberian obat juga menimbulkan efek samping psikologis, mulai dari penumpulan emosi, menjadi apatis, sulit membuat keputusan, penurunan libido, hingga gejala obsesif-kompulsif.

Untuk memberikan solusi atas problematika di atas, maka Kamalia menawarkan terapi dzikir dan spritualitas yang terbukti berhasil pada responden yang disebut sebagai Mr. X. Responden tersebut termasuk ODB yang mampu mengelola dan mengarahkan dirinya untuk menjalankan kehidupan dengan optimal.

Dalam tesisnya dijelaskan bahwa Mr. X menjalankan dzikir secara individu yang dilakukan dua hari sekali pada waktu setelah Subuh dan selepas Maghrib, serta menjalankan dzikir kolektif yang dilaksanakan rutin selapanan sekali.

Selama menjalankan dzikir, Mr. X dibimbing oleh gurunya untuk memahami makna dan substansi dari dzikir, sehingga dapat memunculkan rasa lapang, perbaikan suasana hati, meningkatkan fokus (kognitif), menyehatkan rohani/mental, serta menunjukkan peningkatan kesejahteraan hidup.

Selain itu, sang guru juga membimbing secara spiritualitas melalui kegiatan seperti membersihkan toilet musala dan menata sandal para jemaah. Hal ini dilakukan agar rasa egois, malu, takut, gengsi, pikiran negatif, dan angkuh dapat dilebur melalui olah spiritual tersebut.

“Dengan demikian, responden dapat menumbuhkan kebijaksanaan, keberanian, sifat apa adanya, pikiran positif, rendah hati, dan sederhana,” tulisa Kamalia dalam tesisnya di Magister Psikologi UGM, 2018.(Tita)