Agrosociopreneur Jalan Terang untuk Kemajuan Pertanian dan Ketahanan Pangan

104
Talkshow Agrosociopreneur agrosociopreneur inilah yang dibutuhkan di masa depan, yang artinya berwirausaha dengan menitikberatkan permasalahan kondisi petani pra sejahtera. Foto: Kinanthi
Talkshow Agrosociopreneur agrosociopreneur inilah yang dibutuhkan di masa depan, yang artinya berwirausaha dengan menitikberatkan permasalahan kondisi petani pra sejahtera. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Petani di Indonesia rata-rata berusia di atas 55 tahun.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi, CIA, MPA, dalam salah satu rangkaian acara Jambore Petani Muda ke-3.

Acara bertauk Talksohow Agrosociopreneurship untuk Kemajuan dan Keberlangsungan Pertanian Indonesia digelar di Auditorium Hardjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM, pada Rabu (25/9/2019).

Selaras dengan yang dikatakan Rahmad, Dekan Fakultas Pertanian UGM Dr.Jamhari, SP, MP, mengatakan struktur petani semakin tua.

Salah satu akibatnya terjadi penurunan supply pangan.

Baca juga: Pemanfaatan Teknologi Kunci Penting Regenerasi Petani

Sementara kebutuhan pangan semakin meningkat.

Namun, hal tersebut bisa diatasi apabila supply pangan yang disubtitusikan melalui pemanfaatan teknologi.

Dikatakan olehnya, agrosociopreneur inilah yang dibutuhkan di masa depan, yang artinya berwirausaha dengan menitikberatkan permasalahan kondisi petani pra sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut, pengusaha muda di bidang pertanian Andhika Mahardika CEO Agradaya dan Nanda Putra CEO Tanijoy membabar pengalamannya.

Andhika mengatakan bahwa Agradaya fokus pada pengembangan sumber daya riset sektor pertanian dan olahan pangan, khususnya tanaman rempah seperti, jahe, kunyit, dan temulawak.

Baca juga: Perlu Belajar dari Facebook untuk Meningkatkan Keamanan Data Pribadi