Bengkel Sapi dan Inovasi Pakan adalah Upaya Mewujudkan Indonesia Swasembada Sapi

92
Peternak maupun perusahaan peternakan sering dihadapkan pada biaya pakan yang tidak seimbang dengan harga jual sapi atau pedhet. Foto: Ist
Peternak maupun perusahaan peternakan sering dihadapkan pada biaya pakan yang tidak seimbang dengan harga jual sapi atau pedhet. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Indonesia harus menambahkan jumlah peternak sapi, atau pun menambah jumlah kepemilikan sapi.

Upaya tersebut perlu dilakukan agar Indonesia dapat mencapai swasembada sapi.

Demikian disampaikan drh. Nanang P Subendro, Owner PT Indo Prima Beef.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Bincang Desa #27 bertajuk “Inovasi ‘Bengkel Sapi’ dan Prospek Agribisnis Sapi Potong”.

Baca juga: Dirut RSUP Prof. Kandou Apresiasi KAGAMA Manado dan Komunitas Jurnalis Penyintas Sulut Bantu Penangan Covid-19

Webinar tersebut dalam rangka Kemerdekaan Indonesia ke 76 tahun, digelar pada Sabtu (21/8/2021).

“Namun demikian, syarat utamanya harus menguntungkan usahanya, dengan harus ada bantuan pemerintah untuk mendukung, dan menambah jumlah anak muda yang ingin menjadi peternak,” ujar Nanang.

Di sisi lain, Prof. Dr. Ali Agus, dalam hal swasembada sapi, Dekan Fakultas Peternakan UGM menyoroti aspek produktivitas dan rentabilitas usaha peternakan sapi.

Menurut Agus, hal tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor pakan.

Baca juga: Fakultas Psikologi dan Alumni Luncurkan Tenang Lapang, Layanan Konseling Gratis Seputar Covid-19