KAGAMA Balikpapan Sediakan Bank Data Pendonor Plasma dan Tabung Oksigen Gratis

382
KAGAMA Balikpapan menyediakan bank data pendonor plasma konvalesen dan tabung oksigen gratis. Foto: KAGAMA Balikpapan
KAGAMA Balikpapan menyediakan bank data pendonor plasma konvalesen dan tabung oksigen gratis. Foto: KAGAMA Balikpapan

KAGAMA.CO, BALIKPAPAN – Peningkatan jumlah pasien Covid di Kota Balikpapan terus bertambah. Sampai berita ini ditayangkan, tercatat ada sebanyak 3.825 orang terjangkit Covid-19.

Hal tersebut membuat seluruh infrastruktur kesehatan terisi penuh dan kewalahan menlayani masyarakat.

Arif Budi Haryanto, warga KAGAMA Balikpapan mengatakan, setidaknya ada dua hal yang menjadi perhatian KAGAMA Balikpapan.

Yaitu semakin tingginya kebutuhan donor plasma dan suplai tabung oksigen yang sangat terbatas karena habis di pasaran.

Tabung oksigen ini, kata Arif, sangat dibutuhkan ketika terjadi kedaruratan pasien yang isoman di rumah tiba-tiba mengalami perburukan, sementara seluruh rumah sakit sudah penuh bahkan terjadi antri pasien di IGD.

KAGAMA Balikpapan menyediakan bank data pendonor plasma konvalesen dan tabung oksigen gratis. Foto: KAGAMA Balikpapan
KAGAMA Balikpapan menyediakan bank data pendonor plasma konvalesen dan tabung oksigen gratis. Foto: KAGAMA Balikpapan

Baca juga: KAGAMA Keluarkan 6 Imbauan Peningkatan Kewaspadaaan atas Tingginya Laju Penularan Covid-19

“Permintaan donor konvalesen bertebaran di media sosial, baik di WAG, status WA, FB, IG dan sarana medsos lainnya.”

“Salah satu problemnya adalah minim bank data penyintas Covid-19. Pihak rumah sakit atau dinas terkait tidak bisa mengeluarkan data identitas penyintas karena norma medis tentang kerahasiaan data pasien,” ujarnya kepada Kagama belum lama ini.

Menurut Arif, karakteristik secara umum para pendonor plasma saat ini adalah “silent action”.

Mereka keberatan identitasnya disebarkan publik, namun melakukan respon langsung dengan yang membutuhkan donor lalu diam-diam langsung datang ke Unit Transfusi Darah.

Merasa terpanggil dengan kondisi tersebut, Pengcab KAGAMA Balikpapan kemudian berkomunikasi dengan UTD PMI dan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

Baca juga: Ada yang Hilang dari Kuliner Klebengan