Bioenergi dari CPO Kelapa Sawit Bisa Jadi Solusi Implementasi RUU Energi Baru dan Terbarukan

211

Baca juga: Harapan Dubes Salman di Perayaan 25 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Afrika Selatan

Pemanfaatan CPO sebagai campuran bahan bakar mesin diesel sudah dimulai pada 2008.

Kala itu, kadar campuran biodiesel dari minyak kelapa sawit berada di angka 2,5 persen.

Terbaru, Presiden Joko Widodo menjajal bahan bakar D100 racikan Pertamina. D100 merupakan bahan bakar yang 100 persen berasal dari minyak kelapa sawit.

CEO PT Nusantara Sawit Persada, Teguh Patriawan, meyakini bahwa minyak kelapa sawit mampu menjadi solusi energi terbarukan bahkan hingga mensubstitusi bahan bakar fosil.

Teguh menilai, kemandirian dan ketahanan energi mesti dimiliki oleh negara jika ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Di samping juga memperhatikan kemandirian dan ketahanan pangan.

Baca juga: Perry Warjiyo Bagi 5 Tips buat Freshgraduate yang Akan Masuk Dunia Kerja

Secara pribadi, Teguh mendukung upaya Pemerintah dalam implementasi energi baru terbarukan.

Dia pun percaya bila sawit mampu memberi dukungan terhadap implementasi EBT karena punya berbagai sertifikasi keberlanjutan.

“Sertifikasi itu seperti RSPO, ISPO, dan ISCC (International Sustainability and Carbon Certification) yang khusus untuk biodiesel,” tutur Teguh kepada Kagama.

Selain punya sertifikasi berkelanjutan, sawit cenderung memiliki harga paling terjangkau dari seluruh minyak nabati yang ada di dunia.

Maka tak mengherankan bila konsumsi minyak nabati dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Baca juga: Apa Saja Kunci Penting Memajukan Petani dan UMKM di Kawasan Lahan Gambut?