Edukasi Pelestarian Sungai Berawal dari Keluarga

262
Viral beberapa waktu lalu, Sungai Ciliwung menjadi salah satu sungai terkotor di dunia. Foto: Ist
Viral beberapa waktu lalu, Sungai Ciliwung menjadi salah satu sungai terkotor di dunia. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Indonesia memiliki lebih dari 6.000 sungai dan disebut sebagai archipelago’s country, bahkan masing-masing pulau memiliki “lidah” sendiri.

Viral beberapa waktu lalu, Sungai Ciliwung menjadi salah satu sungai terkotor di dunia.

Dengan adanya masalah ini, perlu dibuat strategi baru bagaimana mengelola sungai agar bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi semua orang.

Dosen Fakultas Geografi UGM, Surani Hasanati, S.Si, M.Sc., menjelaskan, mencegah pencemaran sungai harus dimulai dari kesadaran diri sendiri.

“Segala jenis edukasi, termasuk mencegah pencemaran sungai berawal dari keluarga,” ujarnya sebagaimana dilansir dari UGM Podcast.

Baca juga: Masa Depannya Diragukan Sang Ibu, Ketua KAGAMA Balikpapan Ini Reguk Sukses Berkat Filsafat UGM

Semua orang memproduksi sampah, tetapi tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik terhadapnya.

Pencemaran sungai justru semakin bertambah karena sampah.

Rani menerangkan, ada sesuatu yang perlu diubah dari perilaku masyarakat itu.

Menurutnya penting memberi edukasi dan literasi mengenai pengelolaan sampah dan pencemaran lingkungan melalui keluarga.

“Ibu barangkali bisa menjadi center untuk edukasi di setiap keluarga. Ibu dianggap sebagai sources of happiness bagi keluarga, dia mampu memberikan asupan nutrisi dan jasmani juga untuk anak-anaknya,” jelas Rani.

Baca juga: Dana Desa Hanya Akan Berdampak Positif jika Dikelola Secara Demokratis