YPHI Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Hutan

32
Yayasan ini telah secara frontal mengubah cara pandang (mindset) masyarakat umum terhadap hutan. Foto: Ist (diambil sebelum pandemi)
Yayasan ini telah secara frontal mengubah cara pandang (mindset) masyarakat umum terhadap hutan. Foto: Ist (diambil sebelum pandemi)

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Yayasan Peduli Hutan Indonesia (YPHI) yang dibentuk dan dipimpin oleh rimbawan Kagama, Dr. Transtoto Handadhari dibantu oleh Dr. Asep Karsidi sebagai Sekjen.

Menariknya, Yayasan ini telah secara frontal mengubah cara pandang (mindset) masyarakat umum terhadap hutan.

Bahkan YPHI dengan berani membuka tabir bahwa kerusakan hutan merupakan tanggung jawab bersama.

Menurut Transtoto, kerusakan hutan tidak boleh hanya ditimpakan kepada pengusaha kayu, atau saling tuding.

Tetapi disebabkan oleh hampir semua pihak, utamanya para pihak yang berkuasa seperti oknum-oknum pemerintah, aparat daerah, pengamanan sampai rakyat dan pelaku kejahatan kehutanan.

Baca juga: Kagama Singapura Berdonasi Jutaan Rupiah untuk Program Canthelan

Sebagai wujud nyata ungkapan pemikiran YPHI tersebut, kata Transtoto, akan segera dilakukan deklarasi pada akhir bulan Juli 2021 secara hibrid di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Umum Online Yayasan Peduli Hutan Indonesia bertajuk “Langkah-langkah Persiapan Deklarasi Peduli Hutan Indonesia” pada Rabu (16/6/2021).

“Deklarasi tersebut akan berisi utamanya pengakuan bersama bahwa kerusakan hutan menjadi tanggung jawab bersama dan bertekad melestarikan berbagai fungsi hutan yang sangat penting bagi kehidupan,” jelas Transtoto, rimbawan senior sekaligus mantan Dirut Perum Perhutani.

Selanjutnya, deklarasi juga mengandung butir kedua yang berbunyi “memperlakukan hutan dengan hati bersih, berlandaskan keilmiahan, serta tanpa kecurangan”.

Menurut Transtoto, butir tersebut merupakan pernyataan yang sangat tajam menunjuk pada kelemahan akhlak dan perilaku yang umum terjadi dan harus dihindari semua pihak.

Baca juga: Hal Ini Perlu Dilakukan Agar Perusahaan Tidak Tumbang di Masa Depan