Indonesia Serukan Kerja Sama Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi dalam BOAO Forum for Asia Annual Conference 2021

228
Indonesia berpartisipasi dalam Boao Forum for Asia (BFA) Annual Conference (AC) 2021, di Kota Boao, Provinsi Hainan, Tiongkok. Foto: KBRI Beijing
Indonesia berpartisipasi dalam Boao Forum for Asia (BFA) Annual Conference (AC) 2021, di Kota Boao, Provinsi Hainan, Tiongkok. Foto: KBRI Beijing

KAGAMA.CO, BOAO – Seruan kerja sama kesehatan dan pemulihan ekonomi disampaikan Indonesia dalam Boao Forum for Asia (BFA) Annual Conference (AC) 2021, di Kota Boao, Provinsi Hainan, Tiongkok pada 18-21 April 2021.

Konferensi tahunan BFA 2021 bertemakan A World in Change: Join Hands to Strengthen Global Governance and Advance Belt and Road Cooperation ini menjadi bentuk peringatan 20 tahun pendirian BFA.

Konferensi dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta luring dan daring dari sekitar 60 negara.

Mereka terdiri dari berbagai kalangan seperti akademisi, pejabat pemerintah, pengusaha, dan jurnalis.

Indonesia berpartisipasi dalam Boao Forum for Asia (BFA) Annual Conference (AC) 2021, di Kota Boao, Provinsi Hainan, Tiongkok. Foto: KBRI Beijing
Indonesia berpartisipasi dalam Boao Forum for Asia (BFA) Annual Conference (AC) 2021, di Kota Boao, Provinsi Hainan, Tiongkok. Foto: KBRI Beijing

Baca juga: Peringati Hari Kartini, Kagama Depok Bagikan Bingkisan kepada Karyawati Mal

BFA dibentuk pada bulan Februari 2001 atas prakarsa bersama 29 negara Asia Pasifik termasuk Indonesia.

BFA menjadi platform dialog tingkat tinggi untuk membangun konsensus global dan mempromosikan pembangunan bersama. Indonesia selama ini aktif dalam berbagai kegiatan BFA.

Sebanyak 15 Kepala Negara/Pemerintah termasuk Presiden RRT Xi Jinping dan Presiden RI Joko Widodo menjadi pembicara kunci melalui tayangan video dalam acara yang dibuka oleh Sekjen BFA Li Baodong.

Upacara pembukaan juga dihadiri secara langsung oleh Wakil Presiden RRT, Wang Qishan, Chairman BFA, Ban Ki Moon, dan Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Baca juga: Prof. Edy Suandi Hamid: Puasa Bisa Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi