Ganjar: Edukasi Pencegahan Covid-19 Membutuhkan Pendekatan Khusus

167
Menurut Ganjar, masih ada yang menganggap Covid-19 merupakan penyakit umum yang dialami masyarakat kota, sehingga tak mungkin menular ke masyarakat desa. Foto: Ist
Menurut Ganjar, masih ada yang menganggap Covid-19 merupakan penyakit umum yang dialami masyarakat kota, sehingga tak mungkin menular ke masyarakat desa. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Selama pandemi Covid-19, masyarakat harus terus diberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganannya.

Mengedukasi masyarakat bukan sesuatu yang mudah, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Dibutuhkan wawasan, strategi, dan metode tertentu untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.

Tantangan di lapangan seperti berhadapan dengan sikap penolakan atau keras kepala sebagian masyarakat.

Ini bisa dipahami karena mungkin orang sudah merasa bosan berbulan-bulan berada di rumah saja.

Baca juga: Guru Besar FEB UGM Jelaskan Hal yang Harus Diperhatikan Pelaku Ekonomi Jelang Normal Baru

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo, dalam diskusi Sinergi KAGAMA dan UGM, Mempersiapkan Normal Baru Pengalaman Negara Lain, pada Minggu (14/6/2020), secara daring.

Covid-19 merupakan fenomena baru di masyarakat, kedatangannya yang tiba-tiba, serta pengetahuan yang masih minim, kadang membuat masyarakat tergagap dan salah kaprah dalam menghadapi Covid.

Ganjar mengungkapkan, memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tak salah kaprah membutuhkan waktu lama dan cara yang tidak biasa.

Dalam mengedukasi masyarakat juga dibutuhkan cara sederhana yang bisa dengan mudah dipahami masyarakat.

“Kurva-kurva dan data statistik itu penting namun begitu ketika disampaikan kepada masyarakat perlu cara khusus yang gampang dicerna. Apalagi mereka dalam kondisi tertekan secara sosial dan ekonomi,” jelas Gubernur Jawa Tengah itu.

Baca juga: Wakil Dubes KBRI Wina Jebolan UGM Ungkap Langkah Austria Tekan Penularan Covid-19