Rinta Wujudkan Mimpi yang Tertunda Saat S1, Meraih IPK Tertinggi

3754

Baca juga: Ikuti Nasihat Orang Tua Jadi Kunci Ahli Sandi Kejaksaan Tinggi DIY Ini Jadi Lulusan Terbaik Magister Hukum UGM

Tak berhenti di situ, Rinta juga sempat terkendala biaya saat mengerjakan tesis.

Rinta berniat membiayai semua kebutuhan tesisnya sendiri, karena tak mau merepotkan orang tua.

“Saya kemudian mencari proyek untuk pendanaan penelitian. Alhamdulillah lolos Program RTA untuk pendanaan penelitian dan publikasi,” ungkap wisudawati yang menyelesaikan studinya selama 1 tahun 10 bulan ini.

Di luar kesibukan kuliah, Rinta menyempatkan diri aktif dalam kegiatam pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh fakultas.

Dalam kegiatan itu, Rinta praktik secara langsung dengan masyarakat sekitar, terutama para peternak, sehingga dia bisa paham keluhan mereka, mencoba membantu menemukan solusi, sekaligus mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari di kelas.

Dukungan besar dari keluarga dan orang terdekat turut mengiringi perjuangan Rinta.

Setiap dirinya ingin menyerah, mereka selalu mendukung penuh.

Baca juga: Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Ini Jadi Lulusan Terbaik FISIPOL UGM

“Kemudian meyakinkan kembali Saya untuk tetap berjalan bila sudah lelah berlari, setidaknya Saya jangan berhenti,” pungkas Rinta.

Orang tua menjadi sosok yang menginspirasi Rinta untuk terus berusaha.

Dikatakan olehnya, orang tua Rinta selalu memberikan yang terbaik untuk anak anaknya, walaupun dalam kondisi yang sedang tidak baik.

“Mereka selalu bermimpi anak anaknya harus menjadi manusia yang lebih bermanfaat dari mereka. Dan mereka lah yang menjadi inspirasi utama bagi Saya pribadi,” katanya.

Untuk itu, dirinya bertekad menjadi seseorang yang berhasil, serta menjadi kebanggaan orang tua di setiap tahap yang dilaluinya, baik itu pendidikan maupun pekerjaan.

Setelah meraih gelar master, Rinta berencana menjadi akademisi.

Tetapi, setelah menimbang-nimbang, Rinta ingin menjajal pengalaman dulu di perusahaan.

Dari situ harapannya dia bisa menambah relasi dan pengetahuan, sehingga dia lebih paham tentang pengaplikasian ilmu di lapangan.

“Supaya Saya juga bisa sharing dengan teman-teman nantinya. Dan dapat mengetahui bagaimana realita di lapangan terkait berbagai permasalahan di bidang peternakan,” ujarnya. (Kinanthi)

Baca juga: Adat Istiadat dan Kepercayaan Sebabkan Budaya Pernikahan Dini di Lombok Timur Bertahan