Tabuhan Ember Iringi Kemenangan Tim Bulutangkis Indonesia di Rusia

380

Baca juga: Kata Akademisi UGM Terkait Wacana Rektor Asing Pimpin Perguruan Tinggi Indonesia

Para mahasiswa yang dikoordinir oleh Ahmad Nabawi, salah satu mahasiswa Indonesia di Kazan, dengan setia memberikan dukungan selama kejuaraan berlangsung dari tanggal 7 hingga 13 Oktober 2019 untuk kategori perorangan ini, termasuk semi final sehari sebelumnya.

Di final Indonesia menempatkan ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran yang semuanya berhadapan dengan pemain China.

Medali emas dipersembahkan oleh pasangan ganda putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin setelah mengalahkan Di Zhi Jian/Wang Chang (21-19, 21-18).

Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di Kazan Gymnastic Center.

Para pendukung Indonesia bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil memberikan hormat kepada bendera Merah Putih yang dinaikkan.

Ganda putra Indonesia raih medali emas pada Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019 kategori perorangan di Kazan, 13 Oktober 2019. Foto: KBRI Moskow
Ganda putra Indonesia raih medali emas pada Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019 kategori perorangan di Kazan, 13 Oktober 2019. Foto: KBRI Moskow

Baca juga: Peraih Beasiswa PPA Ini Jadi Lulusan Tersingkat

Nampak pula anak-anak Rusia yang turut berdiri sambil menghormat bendera Merah Putih menirukan pendukung Indonesia.

Sementra itu, medali perak diraih pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan pasangan ganda campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahaya Sari Jamil.

Satu medali lainnya, yaitu medali perunggu disumbangkan Yonathan Ramlie untuk nomor tunggal.

Sebelumnya, pada 5 Oktober lalu di final untuk kategori beregu, tabuhan ember-ember, yel-yel dan sorak sorai pendukung Indonesia juga mengantarkan Tim Indonesia meraih medali emas.

Tim Indonesia berhasil mengalahkan China dengan skor 3-1.

Ganda putra Indonesia kalahkan ganda putra China pada Tim Bulutangkis Indonesia pada Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019 di Kazan, 13 Oktober 2019. Foto: KBRI Moskow
Ganda putra Indonesia kalahkan ganda putra China pada Tim Bulutangkis Indonesia pada Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019 di Kazan, 13 Oktober 2019. Foto: KBRI Moskow

Baca juga: Bhagas Gamada Berusia 15 Tahun Kuliah di Program IUP Biologi

Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang juga di Kazan Gymnastic Center dan bendera Merah Putih berada di atas bendera China, Jepang, dan Thailand saat dinaikan di puncak acara penyerahan piala.

Kejuaraan beregu ini berlangsung tanggal 30 September sampai 5 Oktober 2019 di tempat yang sama.

Tim Bulutangkis Indonesia yang merupakan atlet-atlet masa depan Indonesia ini dipimpin langsung oleh legendaris bulutangkis Indonesia dan dunia, Susy Susanti dan Alan Budikusuma.

Azis Nurwahyudi mengatakan keikutsertaan Tim Bulutangkis  Indonesia pada kejuaraan ini juga bagian dari diplomasi.

Dengan keikutsertaan dan prestasi ini, Indonesia menjadi lebih dikenal, khususnya di kalangan masyarakat Rusia, dan umumnya di seluruh dunia.

“Kita melihat Alan Budikusuma memberikan coaching clinik bulutangkis kepada para peserta dari berbagai negara di sela-sela kejuaraan ini yang merupakan bagian dari diplomasi. Selamat kepada Tim Bulutangkis Indonesia atas prestasi yang diraih,” kata Azis Nurwahyudi. (KBRI Moskow)

Baca juga: Orang-orang Muda ini ke Jogja Cari Ilmu untuk Bangun Papua