Mengulik Sisi Psikologis Korban Tragedi 1965

349
Ujian Terbuka Program Doktoral Fakultas Psikologi UUGM: Mengulik Sisi Psikologis Korban Tragedi 1965

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Tragedi 1965 merupakan peristiwa penting dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia. Tidak hanya menimbulkan banyak korban jiwa, tetapi juga meninggalkan trauma bagi para korban tragedi 1965.

Studi psikologis yang dilakukan oleh Aloysius L.S. Soesilo, M.A., mahasiswa program doktoral UGM menunjukkan korban tragedi 1965 mengalami penderitaan selama dalam tahanan. Tidak hanya rasa sakit secara fisik, penderitaan terberat terjadi pada psikis dan batin para korban.

Penelitian dilakukan dengan mengkaji sejumlah kecil tulisan tentang riwayat hidup yang berhasil di tulis oleh mantan tahanan politik dalam tiga otobiografi. Tiga otobiografi itu adalah Caramel Budiardjo– Surviving in the Indonesia Gulag (cassel, 1996), Adam Soepardjan-Mendobrak Penjara Rezim Soeharto (Yogyakarta:Ombak, 2004), dan N.H. Atmoko- Banjir Darah di Kamp Konsentrasi: Catatan Harian Aktivis PNI Dalam Penjara G30S (Yogyakarta:Galangpress).

“Selama dalam tahanan mereka juga menjadi saksi atas kematian dan penderitaan sesama tahanan,” jelasnya saat menjalani ujian terbuka program doktor di Fakultas Psikologi UGM, Senin (30/7).