Terminal Barang Internasional Entikong Siap Beroperasi Akhir Tahun 2018

25
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin kehadiran Dry Port akan menumbuhkan semangat usaha masyarakat sekitar.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin kehadiran Dry Port akan menumbuhkan semangat usaha masyarakat sekitar.

KAGAMA.CO, ENTIKONG – Terminal Barang Internasional Entikong akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2018. Pengoperasian Terminal atau Dry Port ini nantinya untuk mengatur arus ekspor dan impor antara Indonesia dan Malaysia serta digunakan sebagai tempat lintas batas logistik antar negara.

“Progres pembangunannya sudah mencapai 40% dan diharapkan akhir tahun 2018 siap dioperasikan. Dengan adanya Dry Port kita akan menginventaris ekspor impor antara Indonesia dan Malaysia.”

“Kemudian akan ada jalur khusus lalu lintas yang mengatur kegiatan ekspor impor tersebut,” tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek pembangunan Terminal Barang Internasional Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (23/2/2018).

Menurut Menhub, Dry Port ini akan menumbuhkan semangat usaha masyarakat sekitar, seperti membuka restoran, mini market dan kafe.

“Di sini ada kegiatan yg memenuhi kebutuhan masyarakat seperti ada restoran dan kafe tapi mengutamakan kearifan lokal. Kita bisa membangun food court dengan makanan yang enak sehingga kalau turis datang itu menjadi daya tarik,” ujar Menhub Budi Karya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (paling kiri) yakin kehadiran Dry Port akan menumbuhkan semangat usaha masyarakat sekitar.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (paling kiri) yakin kehadiran Dry Port akan menumbuhkan semangat usaha masyarakat sekitar.

Selain itu, Menhub akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Perdagangan terkait pengoperasian Dry Port Entikong.

“Kita akan koordinasikan dengan Kementerian PUPR terkait jalur khusus untuk Dry Port. Saya juga sudah minta ke Dirjen Perhubungan Darat untuk menyiapkan tempat yang menampilkan produk yang bisa diekspor.”

“Saya pun akan koordinasi juga ke Kementerian Perdagangan agar ada produk Indonesia seperti merica, jeruk atau lainnya bisa dijual di sini sehingga perekonomiannya berjalan dengan baik,” urai Menhub.

Terminal Barang Internasional Entikong memiliki luas lahan sebesar 3,7 HA dengan luas bangunan pengelola terminal sebesar 1.824 M2, luas gudang penimbunan sebesar 2.984 M2, dan luas lapangan penimbunan sebesar 4.125 M2.

Biaya total pembangunannya sebesar Rp143,9 miliar dengan rincian pengadaan lahan sebanyak Rp9,2 miliar, pembangunan tahap I total Rp48,7 miliar, pembangunan tahap II sebanyak Rp9,4 miliar, dan pembangunan tahap III senilai Rp76,4 miliar.

Menhub berharap melalui pembangunan terminal barang ini dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat.

“Kita memang harus membangun Entikong sebagai titik perlintasan yang tidak hanya membanggakan masyarakat Kalimantan Barat tapi juga meningkatkan martabat bangsa Indonesia,” pungkas Menhub Budi Karya.

 

Sumber : Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan