BULAKSUMUR, KAGAMA. Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sapto Amal Damandari menghadiri Rapat Kerja KAFEGAMA (Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada), Sabtu (14/1/2017) di Ruang Kertanegara Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM Yogyakarta. Kehadiran Sapto juga dalam kapasitas sebagai Ketua Umum KAFEGAMA. Meski tidak dapat mengikuti raker karena harus terbang ke Banjarmasin, Sapto yang menyelesaikan studi Jurusan Akuntansi FEB UGM Angkatan 1973 itu sempat memberikan sambutan.

Foto: Ansor Purnomo/kagama.co
Foto: Ansor Purnomo/kagama.co

Raker KAFEGAMA juga dihadiri Dekan FEB UGM Dr Eko Suwardi, Wakil Ketua KAFEGAMA Eduardus Tandelilin, Sekretaris Umum KAFEGAMA Dr Anggito Abimanyu, beberapa pengurus KAFEGAMA, seperti  M Zamkhani, Wihana Kirana Jaya, Didik Budi Waluyo, Subiakto, perwakilan dosen dan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa, serta perwakilan mahasiswa FEB UGM.

Foto: Ansor Purnomo/kagama.co
Foto: Ansor Purnomo/kagama.co

Pada kesempatan itu, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Kerjasama, dan Alumni FEB UGM Amirullah Setya Hardi menyampaikan laporan kegiatan KAFEGAMA terkait pendanaan kegiatan mahasiswa FEB UGM. Pada 2016 dilaporkan sejumlah 244 kegiatan mahasiswa program studi S-1 dengan alokasi dana mencapai Rp 1,4 miliar. Dilaporkan pula sedikitnya 74 mahasiswa mengikuti kompetisi dan menjuarai berbagai lomba dan ajang kompetisi akademik.

“Banyak mahasiswa (FEB UGM –red) berprestasi tingkat internasional, nasional maupun lokal,” ucapnya.

Foto: Ansor Purnomo/kagama.co
Foto: Ansor Purnomo/kagama.co

Sekretaris Umum KAFEGAMA Anggito Abimanyu menambahkan informasi mengenai status kelembagaan KAFEGAMA sebagai lembaga resmi berbadan hukum yang telah terdaftar di  Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Selain itu, pihaknya menargetkan penambahan anggota baru mencapai 10.000 alumni FEB UGM per tahun.

Foto: Ansor Purnomo/kagama.co
Foto: Ansor Purnomo/kagama.co

“KAFEGAMA juga memberikan donasi untuk pelatihan soft skill dan seminar akademik serta mendukung kegiatan mahasiswa, seperti musik kreatif dengan mencarikan donasi dan sponsor,” terang Anggito. (rts)