Upaya UGM Mewujudkan Health Promoting University

86
UGM menggandeng Mahidol University, Thailand yang menjadi representasi HPU di tingkat ASEAN, melalui program Twin Center. Foto: Humas UGM
UGM menggandeng Mahidol University, Thailand yang menjadi representasi HPU di tingkat ASEAN, melalui program Twin Center. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Selain membawa tagline Innovating Education, Strengthening Our Nation, Lustrum ke-14 UGM juga merupakan momentum baik untuk mengembangkan program kampus sehat.

Dalam pembukaannya di halaman Gedung Rektorat UGM, Jumat (19/07/2019), Director Center for Health Behavior & Promotion (CBHP) FK-KMK UGM, Prof. Dra. RA Yayi Suryo Prabandari, M.Sc., Ph.D, meluncurkan program UGM sebagai Health Promoting University (HPU).

Dalam upaya mewujudkannya, UGM menggandeng Mahidol University, Thailand yang menjadi representasi HPU di tingkat ASEAN, melalui program Twin Center.

Tak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi pihaknya juga membangun lingkungan kerja yang mendorong civitas akademika untuk hidup sehat.

Berbagai Cara Sederhana untuk Hidup Sehat

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng mengatakan sudah banyak tenaga pendidik dan staf di UGM yang meninggal dunia di usia produktif, karena penyakit menular dan gaya hidup yang tidak sehat.

Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Yayi, terkait motivasi utama digalakkannya program ini.

“Diharapkan seluruh keluarga UGM di setiap fakultas melakukan evaluasi terhadap kantin. Bagaimana kebersihannya, sudah menyediakan makanan yang sehat atau belum. Bagaimana dengan kegiatan olahraganya. Saya kira olahraga jangan hari Jumat saja. Kalau bisa diadakan hampir setiap hari,” jelas Yayi.

Yayi menjelaskan, olahraga yang disarankan oleh badan dunia adalah 150 menit per minggu.

Semuanya kita optimalkan, menata masa depan, terutama dengan hadirnya revolusi industri 4.0. Foto: Kinathi
Semuanya kita optimalkan, menata masa depan, terutama dengan hadirnya revolusi industri 4.0. Foto: Kinathi

Baca juga: Kebiasaan Tak Sehat Mahasiswa Kos yang Harus Dihindari

Ada lima hari kerja, berarti setiap orang harus berolahraga selama 30 menit setiap hari.

“Dosen dan staf bisa mengikuti mahasiswa saat berangkat kerja. Parkir di kantong parkir lalu jalan kaki ke tempat bekerjanya,” ujar Yayi.

Ia menegaskan, dari awal salah satu tujuan adanya kantong parkir supaya civitas akademika tidak meninggalkan kegiatan fisik.

Ia juga menambahkan, bila di kampus ada berbagai kelompok atau komunitas olahraga, dianjurkan bagi civitas akademika untuk mengikuti sesuai dengan minat masing-masing.

Baca juga: Sibuk Kuliah dan Organisasi? Terapkan Pola Hidup Sehat Ini

Selain itu, ia juga megimbau civitas akademika untuk ikut serta di acara-acara yang menyenangkan di fakultas, demi menjaga kesehatan mental.

Sementara gerakan hidup sehat terkait makanan, yaitu lima porsi terdiri dari tiga porsi sayur dan dua porsi buah, sehingga diusahakan bagi semua orang untuk makan lima porsi sayur dan buah setiap hari, serta air mineral.

Hal yang tak kalah penting adalah hindari gorengan. Dikatakan oleh Yayi, makan gorengan merupakan kebiasaan yang sulit dihindari bagi sebagian orang.

Di samping itu, penting juga bagi civitas akademika untuk mengatur jadwal kerja, supaya tidak terlalu sibuk.

Baca juga: Bagaimana Membangun Pola Makan Sehat di Kampus?

“Uang memang perlu dicari, tetapi jangan terlalu berambisi,” jelasnya.

Bagi Yayi, sangat disayangkan apabila civitas akademika yang mendapat jabatan tertinggi di universitas hanya bisa menikmati kesuksesannya itu selama beberapa tahun saja.

HPU Sudah Diupayakan Sejak Lama

Secara parsial, UGM sebetulnya sudah melakukan sejak tahun 1999 dengan mengembangkan GMC Health Center, kemudian disusul dengan kampus bebas rokok pada 2008.

“UGM itu juga sudah melakukan kegiatan pelatihan untuk kantin-kantin, tetapi masih pada kebersihan, personal higiene. Nah, setelah ini mau ditambah pelatihan terkait penyediaan menu yang sehat,” jelas dosen yang juga menjabat sebagai Wakil/Sekretaris Departemen Ilmu Perilaku Kesehatan, Kesehatan Lingkungan dan Sosial Kedokteran FK-KMK UGM ini.

Selain itu, UGM juga sudah memiliki divisi safety untuk meningkatkan keamanan di beberapa tempat, termasuk sarana dan prasarana yang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini diharapkan bisa direalisasikan di seluruh negara-negara di ASEAN. Karena UGM masuk di dalam Asian University Network (AUN). Nah, di dalam AUN itu ada divisi health promotion-nya. Divisi ini pada tahun 2015 mengundang universitas-universitas yang menjadi anggotanya untuk segera menginisiasi,” pungkasnya.

Baca juga: Macam-macam Unit Layanan Kesehatan di UGM

Saat itu, pihaknya beberapa kali mengikuti workshop untuk membuat panduannya.

Awalnya Yayi dan tim memulai health promotion di FK-KMK, baru setelah itu berdiskusi dengan Rektor.

Selanjutnya, mereka menularkan program ini ke Fakultas Teknik. Sementara di tahun ini, health promotion ditularkan ke FISIPOL, Fakultas Farmasi, dan FTP.

“Makanya di FT ada Posbindu. Di TP ini, mereka mulai membuat supaya mahasiswa tidak menggunakan lift, tetapi menggunakan tangga,” ujar perempuan berusia 55 tahun itu.

Baca juga: Trik Makan Sehat tapi Hemat